<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanoto Foundation - Index Sumut</title>
	<atom:link href="https://indexsumut.com/tag/tanoto-foundation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indexsumut.com</link>
	<description>Informasi Ekonomi Bisnis Sumatera Utara</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Aug 2025 02:39:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/01/cropped-Picsart_24-01-25_12-15-52-592-32x32.png</url>
	<title>Tanoto Foundation - Index Sumut</title>
	<link>https://indexsumut.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Raih Beasiswa Mendukung Kemampuan Meraih Kesuksesan</title>
		<link>https://indexsumut.com/2025/08/11/raih-beasiswa-mendukung-kemampuan-meraih-kesuksesan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=raih-beasiswa-mendukung-kemampuan-meraih-kesuksesan</link>
					<comments>https://indexsumut.com/2025/08/11/raih-beasiswa-mendukung-kemampuan-meraih-kesuksesan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[S]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 02:39:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanoto Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indexsumut.com/?p=10643</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="692" height="450" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp-692x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" fetchpriority="high" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp-692x450.jpg 692w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp-300x195.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp-768x499.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp.jpg 800w" sizes="(max-width: 692px) 100vw, 692px" /></p><p>MEDAN, Index Sumut &#8211; Beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan pintu masuk menuju dunia...</p>
<p>The post <a href="https://indexsumut.com/2025/08/11/raih-beasiswa-mendukung-kemampuan-meraih-kesuksesan/">Raih Beasiswa Mendukung Kemampuan Meraih Kesuksesan</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="692" height="450" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp-692x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp-692x450.jpg 692w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp-300x195.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp-768x499.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250811_093509_WhatsApp.jpg 800w" sizes="(max-width: 692px) 100vw, 692px" /></p><p>MEDAN, <a href="http://indexsumut.com">Index Sumut</a> &#8211; Beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan pintu masuk menuju dunia yang penuh peluang. Dengan beasiswa, mahasiswa bukan hanya meringankan beban finansial, tetapi juga mendapatkan akses ke pelatihan kepemimpinan, jejaring profesional, dan pengembangan soft skill yang akan berguna dalam menunjang karir dan kesuksesan.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Johansen Silalahi, alumni penerima Beasiswa Kepemimpinan TELADAN dari Tanoto Foundation angkatan pertama tahun 2006 yang telah menyelesaikan pendidikannya S1 Universitas Gajah Mada Fakultas Kehutanan, Jurusan Manajemen Hutan.</p>
<p>Untuk itu, pria yang berkarir sebagai Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Ahli Muda di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Asahan Barumun, UPT Kementerian Kehutanan ini mengajak para calon penerima beasiswa untuk tidak takut mencoba dan tidak salah memilih beasiswa yang akan diambil. Tetapi pilihlah beasiswa yang benar-benar bisa menunjang karir yang diharapkan.</p>
<p>&#8220;Jangan takut mencoba dan jangan salah pilih beasiswa. Bukan saya katakan beasiswa itu tidak baik. Banyak beasiswa, tetapi pilihlah beasiswa yang benar-benar menunjang karir kita dan yang sangat membantu. Contohnya kalau kalian misalnya IPK-nya 3,5 ke atas, tidak salah mencoba beasiswa dari Tanoto Foundation,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Johansen menyebutkan, beasiswa Tanoto Foundation memberikan manfaat jauh melampaui uang kuliah. Selain dukungan finansial, penerima beasiswa juga dibekali pelatihan di luar kurikulum kampus, kesempatan magang, dan akses ke jaringan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Dengan bekal dari pelatihan tersebut, Johansen mengaku mampu mendapatkan beasiswa dari Korea untuk kuliah di S2 Yeungnam University, Republic of Korea, Jurusan Forest Resources and Ecological Restoration.</p>
<p>Johansen mengingatkan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti seleksi beasiswa Tanoto Foundation, untuk mempersiapkan diri seperti tes psikotest, dimana terdapat soal-soal seperti kemampuan analisa, menggambar, belajar Forum Group Discussion (FGD), bagaimana peranmu di dalam diskusi itu, kemudian membiasakan diri untuk wawancara. Karena ini merupakan titik krusialnya.</p>
<p>&#8220;Selain itu juga harus memperkuat pengetahuan bahasa, pengetahuan bahasa itu luar biasa. Ya, karena trend dunia sekarang yang menguasai dunia ini kan Amerika dan China. Kalau bisa, salah satu dari bahasa itu bisa dikuasailah. Ikutlah kursus, ikut TOEFL atau IELTS dan sebagainya,&#8221; ujar pria kelahiran 14 Juni 1985.</p>
<p>Johansen Silalahi menceritakan, awalnya dirinya termotivasi mengikuti seleksi penerima beasiswa Kepemimpinan TELADAN Tanoto Foundation untuk membantu biaya perkuliahan, serta biaya-biaya peningkatan skill mengikuti kursus seperti kursus bahasa Jepang dan Mandarin. Apalagi beasiswa tersebut sangat luar biasa sehingga memiliki tantangan sendiri sekaligus untuk meningkatkan pengalaman.</p>
<p>&#8220;Kebetulan memang beasiswa dari Tanoto Foundation ini sangat luar biasa fasilitasnya, jadi saya termotivasi untuk mencobanya dan berhasil melewati setiap tahapan mulai dari administrasi hingga psikotes dan wawancara,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Karena pada saat itu merupakan beasiswa angkatan pertama, lanjutnya, tantangan terbesarnya ada pada persaingan yang sangat ketat, karena diikuti mahasiswa dari kampus-kampus ternama seperti UI, UGM, maupun IPB.</p>
<p>&#8220;Persaingannya sangat kompetitif, yang kedua juga proses untuk seleksinya mirip-mirip melamar kerja di perusahaan bonafit. Kita ketahui ada seleksi administrasi, ada psikotest, ada FGD, serta wawancara. Nah, di situ dia tantangannya. Sangat kompetitif. Namun semuanya bisa diatasi step by step,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Beasiswa Kepemimpinan TELADAN Tanoto Foundation ini sangat berdampak terhadap pendidikan dan karirnya selama ini. Dia menyebutkan, salah satu syarat dari beasiswa ini yaitu harus ada laporan setiap semester dan IPK harus 3,25 minimal.</p>
<p>&#8220;Kita harus beri laporan kepada Tanoto Foundation. Kalau misalnya IPK di bawah 3,25 kita akan didampingi dan dibimbing. Dan saya termotivasi untuk terus belajar mempertahankan atau meningkatkan IPK. Terbukti memang IPK saya jarang 3,25 selalu naik dan terakhir saya lulus IPK 3,59,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, berhubungan dengan karir, sambungnya, dari beasiswa Tanoto ini, Johansen mendapat beasiswa juga yaitu S2 ke Korea Selatan. Menurutnya, hal itu dampak dari pengalamannya mendapatkan beasiswa dari Tanoto Foundation.</p>
<p>&#8220;Karena pengalaman mendapatkan beasiswa dari Tanoto Foundation, maka untuk mendapat beasiswa S2-nya, lebih mudah dan hampir sama dengan S1 itu. Nah, berhubungan dengan itu, saya mendapat S2. Dan karir saya saat ini, sebagai Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Ahli Muda pada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Asahan Barumun di UPT Kementerian Kehutanan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Johansen menceritakan, ketika dirinya mendapatkan beasiswa, dirinya juga mendapatkan banyak pelatihan dengan menghadirkan narasumber ternama. Pada saat itu dirinya mendapatkan pelatihan manajemen dari Prof. Rhenald Kasali.</p>
<p>Selain memberikan beasiswa, sambungnya, ternyata Tanoto Foundation ini fokus juga memberikan training-training soft skill. Kemampuan-kemampuan untuk sukses itu seperti apa, dengan mengundang pakar-pakar, seperti Prof. Rhenald Kasali dan juga pakar-pakar lain.</p>
<p>&#8220;Ketika saya ikut pelatihan itu, saya membuka cakrawala ternyata kampus itu untuk kesuksesan hanya beberapa persen. Sedangkan selebihnya ada di dunia luar kampus. Kalau istilah Rhenald Kasali kamu sukses jika kamu bisa adaptif kepada dunia luar lah. Contohnya dimana kamu bersosial, bagaimana kamu punya networking yang luas,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Tanoto Foundation ini telah memberikan banyak manfaat buat dirinya dan para penerima beasiswa lainnya, sehingga dia pun mengajak para alumni penerima beasiswa dari Tanoto Foundation ini agar terus memberikan dampak positif yang lebih luas.</p>
<p>&#8220;Saran saya sih untuk para alumni, yang pertama kita sudah diberi beasiswa sama Tanoto Foundation, kini saatnya kita juga harus ikut berkontribusi dan bisa memberi. Nah memberi itu banyak bisa memberi berupa saran masukan, maupun memberi motivasi. Kita bisa memberi sedikit-sedikit ilmu yang kita peroleh kepada adik-adik kita ataupun calon-calon penerima beasiswa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Alumni Tanoto Foundation ini merupakan bibit unggul, dimana mereka mengalami proses seleksi yang sangat luar biasa dan IPK-nya juga sangat tinggi. Hanya orang-orang tertentu yang dapat ini. Bukan untuk membanggakan diri, tetapi benar-benar luar biasa.</p>
<p><strong>Program Beasiswa TELADAN</strong></p>
<p>Seperti diketahui, saat ini pendaftaran Program Beasiswa TELADAN kembali dibuka mulai 1 Juli hingga 7 September 2025. Bagi yang berminat bisa mendaftarkan diri secara online pada website Tanoto Foundation, atau dapat dilakukan melalui link berikut: bit.ly/JadiTELADAN2026.</p>
<p>Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester pertama dari 10 perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation yaitu IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, dan Universitas Riau.</p>
<p>Selain beasiswa dan pelatihan kepemimpinan, penerima beasiswa TELADAN juga akan memperoleh berbagai dukungan untuk meningkatkan kepemimpinan dan soft skills, salahsatunya dukungan finansial tambahan untuk mengikuti kompetisi, konferensi, dan sertifikasi, baik di dalam maupun luar negeri.</p>
<p>Kemudian, Kesempatan mengikuti program pembelajaran jangka pendek, seperti summer course, student exchange, volunteering, dan program lainnya di dalam dan luar negeri. Kesempatan untuk magang di jaringan industri mitra Tanoto Foundation.</p>
<p>Peluang untuk mendapatkan dana riset dan melakukan penelitian kolaboratif. Setelah lulus, Tanoto Scholars akan menjadi bagian dari jaringan alumni global Tanoto Foundation yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan di dunia.</p>
<p>Tahun ini, mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) juga dapat mendaftar Program TELADAN, selama mereka terdaftar sebagai mahasiswa semester pertama di perguruan tinggi mitra. (R)</p><p>The post <a href="https://indexsumut.com/2025/08/11/raih-beasiswa-mendukung-kemampuan-meraih-kesuksesan/">Raih Beasiswa Mendukung Kemampuan Meraih Kesuksesan</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indexsumut.com/2025/08/11/raih-beasiswa-mendukung-kemampuan-meraih-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuatkan Numerasi, Guru Di Karo Antusias Membuat Media Pembelajaran</title>
		<link>https://indexsumut.com/2024/09/30/kuatkan-numerasi-guru-di-karo-antusias-membuat-media-pembelajaran/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kuatkan-numerasi-guru-di-karo-antusias-membuat-media-pembelajaran</link>
					<comments>https://indexsumut.com/2024/09/30/kuatkan-numerasi-guru-di-karo-antusias-membuat-media-pembelajaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[S]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2024 05:29:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Fasda Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[Numerasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanoto Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indexsumut.com/?p=7516</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="383" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417-750x383.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417-750x383.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417-300x153.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417-768x392.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p>Index Sumut  &#8211; Guna meningkatkan indikator numerasi siswa di rapor pendidikan, sebanyak 50 orang guru...</p>
<p>The post <a href="https://indexsumut.com/2024/09/30/kuatkan-numerasi-guru-di-karo-antusias-membuat-media-pembelajaran/">Kuatkan Numerasi, Guru Di Karo Antusias Membuat Media Pembelajaran</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="383" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417-750x383.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417-750x383.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417-300x153.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417-768x392.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_150417.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p><a href="http://indexsumut.com">Index Sumut</a>  &#8211; Guna meningkatkan indikator numerasi siswa di rapor pendidikan, sebanyak 50 orang guru di Kabupaten Karo mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran yang dilakukan Tim Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation, di Sanggar Kelompok Bersama (SKB) Kabanjahe, baru-baru ini.</p>
<p>Guru-guru tersebut merupakan guru sekolah dasar yang berasal dari empat kecamatan yang ada di Kabupaten Karo yaitu Kecamatan Barus Jahe, Kecamatan Kabanjahe, Kecamatan Berastagi, dan Kecamatan Simpang Empat.</p>
<p>Kegiatan pembuatan media pembelajaran tersebut merupakan Program Fasda Perubahan dari Tanoto Foundation yang dilaksanakan Tim Fasda Pro SD/MI terdiri dari 5 orang yaitu Seriaty Saragih, Edi Suranta, Hari Sucipto, Siti Sinulingga dan Sermaulipa Simbolon. Kegiatan ini mengangkat tema &#8220;Sosialisasi Penguatan Numerasi Melalui Sarana Lingkungan Fisik dan Sosial Apektif di Satuan Pendidikan&#8221;.</p>
<p>Salah seorang guru yang sangat antusias mengikuti kegiatan itu adalah Albertus Sembiring, SPd, dari SD Negeri 040517 Tiga Jumpa. Dia membuat media pembelajaran dari bahan-bahan kertas karton yang dirancang untuk pengenalan bilangan desimal.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan pelatihan dan pendampingan tersebut sangat bermanfaat dan bagus bagi para guru untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi mengenai model-model pembelajaran yang kreatif dan inovatif.</p>
<p>&#8220;Nah, kesan saya datang ke sini sebenarnya di awalnya masih ragu. Tapi setelah saya bisa berkomunikasi dengan teman-teman, guru, bisa saling berbagi dengan guru-guru yang ada di sini hadir, jadi timbul inspirasi yang begitu wah bagi saya dan guru-guru lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Ketika ada teman-teman guru, sesama-sesama guru, membagikan kemampuan dia atau kreativitas dia, kita jadi seolah-olah tergerak. Tergerak untuk mengikuti, berkreativitas lagi ke sekolah masing-masing seperti itu. Itu yang bisa saya dapat dari sini,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Albertus Sembiring yang merupakan guru kelas 6 SD ini membuat sebuah produk dengan tema membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal.</p>
<p>&#8220;Jadi disini saya menggunakan banyak bahan, seperti karton bekas, kertas origami, sepidol, dan posket, dan juga menyediakan angka-angka. Jadi dengan memanfaatkan media yang kreatifitas, tujuannya yang pertama mereka akan lebih memahami. Yang kedua, mereka tahu bagaimana cara menyelesaikan masalahnya. Yang ketiga, mereka akan tahu bagaimana cara pembuatannya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Tim Fasda Pro, Seriaty Saragih menjelaskan, latar belakang kegiatan ini adalah, berdasarkan hasil analisis dari rapor pendidikan di Tanah Karo bahwasannya untuk indikator capaian numerasinya masih di kategori sedang.</p>
<p>&#8220;Nah, meskipun di tahun sebelumnya sudah mengalami peningkatan tetapi ini menjadi hal fokus untuk kami supaya numerasi ini semakin meningkat. Terutama rapor pendidikan khusus di Tanah Karo ini meningkat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, dalam kegiatan ini, Tim Fasda Pro melatih dan mendampingi guru-guru dari sekolah-sekolah sasaran yang berdasarkan hasil analisis rapor pendidikannya mengalami penurunan indikator numerasinya. Namun demikian sekolah sasaran tersebut yang memang mau berkolaborasi dengan Tim Fasda Tanoto Foundation ini.</p>
<p>&#8220;Jadi dalam program ini kita melaksanakan ada beberapa kegiatan yaitu satu kali daring (dalam jaringan), dua kali tatap muka. Dalam kegiatan tersebut mereka membuat kelompok, kemudian masing-masing kelompok membuat rancangan produk media pembelajaran dan melakukan diskusi bagaimana penerapannya di sekolah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Setelah melakukan beberapa pertemuan dsn diskusi, sambungnya, selanjutnya para guru dengan kelompoknya masing-masing melakukan pembuatan produk media pembelajaran yang diadakan di SKB Kabanjahe.</p>
<p>&#8220;Pembuatan produk masing-masing peserta secara individu. Ini mereka duduk di dalam kelompok masing-masing tetapi mereka membuat produk mereka itu secara individu. Setelah itu mereka, setiap kelompok akan tampil menceritakan bagaimana penerapannya di sekolah nanti. Nah setelah selesai nanti mereka akan membuat RTL (rencana tindak lanjut),&#8221; paparnya.</p>
<p>Dalam pendampingan tersebut, selanjutnya akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah sasaran dari empat kecamatan tersebut. Pendampingan tersebut juga akan dilakukan bersama Dinas Pendidikan di Kabupaten Karo.</p>
<p>&#8220;Di sini dinas pendidikannya luar biasa. Dinas Pendidikan Kabupaten Karo benar-benar sangat mendukung dengan kegiatan ini. Karena memang terlihat dari analisis rapor pendidikan juga bahwasannya memang numerasi ini benar-benar ya harus dinaikkan begitu,&#8221; ujarnya. (R)</p><p>The post <a href="https://indexsumut.com/2024/09/30/kuatkan-numerasi-guru-di-karo-antusias-membuat-media-pembelajaran/">Kuatkan Numerasi, Guru Di Karo Antusias Membuat Media Pembelajaran</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indexsumut.com/2024/09/30/kuatkan-numerasi-guru-di-karo-antusias-membuat-media-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guru Di Karo Hadirkan Pembelajaran Menyenangkan Lewat Metode Gamifikasi</title>
		<link>https://indexsumut.com/2024/09/23/guru-di-karo-hadirkan-pembelajaran-menyenangkan-lewat-metode-gamifikasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=guru-di-karo-hadirkan-pembelajaran-menyenangkan-lewat-metode-gamifikasi</link>
					<comments>https://indexsumut.com/2024/09/23/guru-di-karo-hadirkan-pembelajaran-menyenangkan-lewat-metode-gamifikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[S]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2024 01:48:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gamifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Karo]]></category>
		<category><![CDATA[Tanoto Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indexsumut.com/?p=7369</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="383" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237-750x383.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237-750x383.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237-300x153.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237-768x392.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p>Index Sumut &#8211; Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), khususnya dalam meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi,...</p>
<p>The post <a href="https://indexsumut.com/2024/09/23/guru-di-karo-hadirkan-pembelajaran-menyenangkan-lewat-metode-gamifikasi/">Guru Di Karo Hadirkan Pembelajaran Menyenangkan Lewat Metode Gamifikasi</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="383" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237-750x383.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237-750x383.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237-300x153.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237-768x392.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2024/09/20240918_112237.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p><a href="http://indexsumut.com">Index Sumut</a> &#8211; Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), khususnya dalam meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi, sekelompok guru melakukan pendampingan kepada guru-guru lain di Kabupaten Karo untuk menerapkan praktik-praktik baik pengajaran dan pembelajaran literasi dan numerasi.</p>
<p>Guru-guru tersebut merupakan Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation yang mendapatkan program hibah yakni Program Fasda Perubahan untuk memberikan solusi inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam mengatasi masalah-masalah yang menghambat hasil literasi dan numerasi di suatu daerah.</p>
<p>Di Kabupaten Karo terdapat tiga kelompok Fasda yang melakukan pendampingan kepada guru-guru kelas di beberapa sekolah, salah satunya Tim Fasda Prabu yang terdiri dari Ketua: Sri Henni Br Saragih, M. Pd. (Kepala SMP Negeri 3 Berastagi), Sekretaris: Viadya Stella Tololiu, S.Pd., M.Th. (Kepala SD Swasta Filadelfia School), Bendahara: Dra. Julia Damaris Bukit, M. Pd. (Kepala SMP Negeri 3 Kabanjahe), dan Erniati Br Tarigan, S. Pd. (Kepala SD Negeri 043935 Simpang Katepul).</p>
<p>Dalam program ini, Tim Fasda Prabu melakukan penguatan literasi dan numerasi peserta didik dengan berbagai metode pembelajaran, seperti diantaranya metode pembelajaran gamifikasi berbasis lingkungan. Metode pembelajaran gamifikasi ini telah dilakukan di SD Negeri 044826 Samura, Kabanjahe, Rabu (17/9/2024) lalu.</p>
<p>&#8220;Tema yang kami ambil dalam pembelajaran ini penguatan numerasi dengan metode pembelajaran gamifikasi dengan memanfaatkan alam sekitar. Di sini memanfaatkan lingkungan sekolah. Jadi penguatan numerasi ini berkaitan dengan rapor pendidikan dengan tujuan utama menaikkan nilai indikator numerasi sekolah di Kabupaten Karo,&#8221; ujar salah seorang Fasda Tanoto Foundation, Dra. Julia Damaris Bukit, M. Pd.</p>
<p>Julia Damaris menyebutkan, dalam pelaksanaan program di SD Negeri 044826 Samura, Kabanjahe, pada mata pelajaran matematika yang diberi nama gamifikasi dengan model treasure hunt (pemburu harta karun). Model pembelajaran ini dipraktekkan oleh Muri Rasika selaku guru kelas 5 SD.</p>
<p>&#8220;Dalam memburu harta karun itu, peserta didik dilatih berhitung. Ada soal-soal di misteri box yang akan dicari mereka di beberapa titik di lingkungan sekolah. Dengan memanfaatkan halaman sekolah supaya anak-anak tidak jenuh belajar di dalam kelas saja. Jadi mereka dibagi dalam beberapa kelompok saling berlomba dan mengerjakan soal-soal di misteri box yang mereka temukan. Kelompok yang tercepat menyelesaikan soal akan mendapatkan satu bendera dan seterusnya. Kelompok yang mengumpulkan bendera terbanyak akan mendapatkan hadiah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, dalam model pembelajaran ini, tidak hanya mengajarkan murid menghitung, tetapi juga melatih kerjasama tim agar lebih mampu untuk berkolaborasi, meningkatkan pengetahuannya dengan teman-temannya, serta menghadirkan model pembelajaran yang lebih menyenangkan.</p>
<p>&#8220;Diharapkan nantinya, guru-guru yang mendapatkan pendampingan ini bisa menularkan model pembelajaran seperti ini kepada guru-guru yang lain agar numerasi pada rapor pendidikan di Kabupaten Karo semakin meningkat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Guru Kelas 5 SD Negeri 044826 Samura, Muri Rasika menyebutkan, sebelum mempraktekkan pembelajaran gamifikasi dengan model treasure hunt dirinya mendapat sosialisasi tentang literasi dan numerasi, serta bagaimana cara penerapannya.</p>
<p>&#8220;Biasanya pelajaran matematika ini kan memang pelajaran yang ditakuti anak-anak murid, selain itu anak-anak juga bosan bila disuruh menghafal. Jadi dengan model pembelajaran seperti ini, anak-anak menjadi senang untuk belajar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Model pembelajaran ini pun mendapat tanggapan positif dari Kepala SD Negeri 044826 Samura, Senterlea br Barus, SPd.SD. Pihaknya sangat mendukung pembelajaran yang aktif dan kreatif dari para guru.</p>
<p>&#8220;Saya sangat mendukung program pembelajaran dari Tanoto, karena itu demi kemajuan pendidikan di sekolah ini. Anak-anak pun merasa senang dengan model pembelajaran yang disisipkan permainan di dalamnya. Harapan saya ke depan semua guru-guru kelas bisa menerapkan sistem pembelajaran yang kreatif,&#8221; ujarnya. (R)</p><p>The post <a href="https://indexsumut.com/2024/09/23/guru-di-karo-hadirkan-pembelajaran-menyenangkan-lewat-metode-gamifikasi/">Guru Di Karo Hadirkan Pembelajaran Menyenangkan Lewat Metode Gamifikasi</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indexsumut.com/2024/09/23/guru-di-karo-hadirkan-pembelajaran-menyenangkan-lewat-metode-gamifikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanoto Foundation Bersama Aparatur Pemda Bahas Implementasi Kurikulum Merdeka</title>
		<link>https://indexsumut.com/2023/11/14/tanoto-foundation-bersama-aparatur-pemda-bahas-implementasi-kurikulum-merdeka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tanoto-foundation-bersama-aparatur-pemda-bahas-implementasi-kurikulum-merdeka</link>
					<comments>https://indexsumut.com/2023/11/14/tanoto-foundation-bersama-aparatur-pemda-bahas-implementasi-kurikulum-merdeka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[S]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Nov 2023 04:39:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanoto Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indexsumut.com/?p=1152</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="360" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015-750x360.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015-750x360.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015-300x144.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015-768x369.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p>MEDAN, Index Sumut &#8211; Tanoto Foundation bersama Aparatur pemerintah daerah (Pemda) wilayah mitra Kab. Batu...</p>
<p>The post <a href="https://indexsumut.com/2023/11/14/tanoto-foundation-bersama-aparatur-pemda-bahas-implementasi-kurikulum-merdeka/">Tanoto Foundation Bersama Aparatur Pemda Bahas Implementasi Kurikulum Merdeka</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="360" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015-750x360.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015-750x360.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015-300x144.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015-768x369.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231114-WA0015.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p>MEDAN, <a href="http://indexsumut.com">Index Sumut</a> &#8211; Tanoto Foundation bersama Aparatur pemerintah daerah (Pemda) wilayah mitra Kab. Batu Bara, Asahan dan Karo serta Kota Pematangsiantar bahas Kurikulum Merdeka pada pertemuan pemangku kepentingan, di Hotel Hermes Medan, pekan lalu.</p>
<p>Pembahasan tersebut mengenai pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran pasca pandemi dan struktur kurikulum pada pendidikan dasar dan menengah yang dibagi menjadi dua kegiatan utama.</p>
<p>Dua kegiatan utama tersebut yaitu pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran dan projek penguatan profil pelajar pancasila, untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.</p>
<p>Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik, tentu perbedaan sumberdaya manusia serta akses pada infrastruktur pendidikan menjadi perbedaan yang harus diukur pencapaian pelaksanaanya.</p>
<p>Tanoto Foundation bersama Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota Mitra, pada akhir tahun ini berusaha memantau pelaksanaan IKM di sekolah-sekolah mitra, untuk menjalankan peran kontrol melalui perangkat monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap pemahaman dan penerapannya di satuan Pendidikan.</p>
<p>Regional Coordinator Tanoto Foundation Sumut, Jeffrey Jeo mengungkapkan, dengan dilaksanakannya monev ini Dinas Pendidikan dapat mengetahui pemetaan hasil analisa Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di satuan pendidikan. Dinas Pendidikan mempunyai hasil rekomendasi dari interpretasi Analisa untuk melakukan tindak lanjut.</p>
<p>“Dinas Pendidikan memiliki instrumen Monitoring dan Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka pada satuan Pendidikan. Hasil monitoring ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan acuan digunakan sebagai rekomendasi dalam pengembangan rencana kerja untuk Dinas Pendidikan dan Satuan Pendidikan. Kemudian, hasil monitoring ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi satuan Pendidikan dalam memperbaiki 6 strategi implementasi kurikulum merdeka, dan menjadi rekomendasi bagi Dinas Pendidikan dalam melakukan pendampingan ke satuan pendidikan,” ungkap Jeffrey.</p>
<p>Sasaran monitoring dan evaluasi implementasi kurikulum merdeka kepada pengawas SD dan SMP, kepala sekolah SD dan SMP, guru kelas I dan IV jenjang SD &amp; mata pelajaran agama dan olahraga, guru kelas VII jenjang SMP serta siswa kelas VIII jenjang SMP.</p>
<p>Sementara itu External Affairs &amp; Communication Tanoto Foundation Sumut, Mutazar menyampaikan, ada enam aspek penilaian bagi pengawas, kepala Sekolah dan guru, serta dua aspek bagi penilaian siswa, serta beberapa rekomendasi perbaikan pelaksanaan kurikulum merdeka.</p>
<p>“Aspek kurikulum operasional satuan pendidikan, perencanaan pembelajaran dan asesmen, pelaksanaan pembelajaran, pengolahan dan pelaporan hasil asesmen, projek penguatan profil pelajar pancasila (P5), pemanfaatan sumber daya untuk peningkatan kapasitas, serta bagi siswa penilaian pembelajaran dan asesmen, berserta P5,” ungkapnya.</p>
<p>Mutazar menyebutkan, hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan IKM didapatkan beberapa rekomendasi diantaranya diperlukan pelaksanaan penguatan secara intensif dan berkelanjutan oleh Dinas Pendidikan melalui Pengawas kepada Kepala Sekolah, dan guru-guru agar dapat memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, melalui narasumber dari Fasilitator Sekolah Penggerak, Kepala Sekolah Penggerak, BBGP dan BPMP, menghadirkan narasumber PMM, yang dilakukan secara tatap muka, mengaktifkan dan monitoring komunitas belajar untuk menguatkan ekosistem guru, melakukan Focus Group Discussion (FGD) Guru dan Kepala Sekolah serta pengawas dalam memahami IKM di Satuan Pendidikan.</p>
<p>“Kemudian, melakukan monitoring dan evaluasi kepada Kepala Sekolah terkait ketuntasan PMM guru di sekolah. Sementara untuk guru-guru didorong untuk belajar mandiri dengan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia seperti buku, jurnal, video tutorial, dan platform online seperti platform merdeka mengajar (PMM),” tutupnya. (R)</p><p>The post <a href="https://indexsumut.com/2023/11/14/tanoto-foundation-bersama-aparatur-pemda-bahas-implementasi-kurikulum-merdeka/">Tanoto Foundation Bersama Aparatur Pemda Bahas Implementasi Kurikulum Merdeka</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indexsumut.com/2023/11/14/tanoto-foundation-bersama-aparatur-pemda-bahas-implementasi-kurikulum-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Stunting, SMP Negeri 3 Berastagi Terapkan &#8216;Gerebek Sekolah&#8217;</title>
		<link>https://indexsumut.com/2023/10/25/cegah-stunting-smp-negeri-3-berastagi-terapkan-gerebek-sekolah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cegah-stunting-smp-negeri-3-berastagi-terapkan-gerebek-sekolah</link>
					<comments>https://indexsumut.com/2023/10/25/cegah-stunting-smp-negeri-3-berastagi-terapkan-gerebek-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[S]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2023 01:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri 3 Berastagi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Tanoto Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indexsumut.com/?p=726</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015-750x422.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015-750x422.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015-300x169.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015-768x432.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p>BERASTAGI, Index Sumut &#8211; SMP Negeri 3 Berastagi terapkan Program Gerakan Bawa Bekal Ke Sekolah...</p>
<p>The post <a href="https://indexsumut.com/2023/10/25/cegah-stunting-smp-negeri-3-berastagi-terapkan-gerebek-sekolah/">Cegah Stunting, SMP Negeri 3 Berastagi Terapkan ‘Gerebek Sekolah’</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015-750x422.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015-750x422.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015-300x169.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015-768x432.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231024-WA0015.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p>BERASTAGI, <a href="http://indexsumut.com">Index Sumut</a> &#8211; SMP Negeri 3 Berastagi terapkan Program Gerakan Bawa Bekal Ke Sekolah (Gerebek Sekolah) yang dicanangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo untuk mengkampanyekan program pencegahan stunting di sekolah-sekolah.</p>
<p>SMP Negeri 3 Berastagi yang merupakan salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Karo sangat antusias mengadakan Gerakan Bawa Bekal Ke Sekolah tersebut dan mulai menerapkannya di sekolah dengan harapan dapat mencegah terjadinya stunting di SMP Negeri 3 Berastagi.</p>
<p>Diharapkan siswa juga dapat mengimbaskan terhadap lingkungan sekitarnya di luar lingkungan sekolah.</p>
<p>Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Berastagi, Sri Henni br Saragih yang juga merupakan Fasda Tanoto Foundation menyebutkan, pada tahap awal perencanaan pelakasanaan gerakan ini dimulai dengan berdiskusi dengan dewan guru dalam pelaksanaannya.</p>
<p>Ide ini disambut baik oleh semua dewan guru maka diputuskanlah untuk melaksanakan Gerakan Bawa Bekal tersebut. Dengan kesepakatan pelaksanaan dilaksanakan setiap hari Jumat. Siswa membawa bekal dari rumah kemudian selesai senam siswa dan guru makan bersama di lapangan sekolah.</p>
<p>Salah seorang guru SMP Negeri 3 Berastagi, Menna Sri Ulina Silangit S.Pd yang juga merupakan Fasdakom Tanoto Foundation menyambut program gerakan membawa bekal ke sekolah ini dengan sangat senang.</p>
<p>Setiap hari Jumat setelah mengadakan senam bersama di lapangan sekolah setiap guru beserta dengan siswa mengambil tempat di lapangan untuk mengadakan makan bersama.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran siswa untuk setiap hari sebelum pergi ke sekolah mereka sudah menyiapkan bekal atau mereka sudah sarapan dari rumah. Hal ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran dari orang tua siswa untuk setiap pagi menyiapkan sarapan anak-anak sebelum berangkat ke sekolah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Melalui grup WA kelas kita mengingatkan kepada siswa dan orang tua untuk tidak lupa membawa bekal siswa dari rumah pada hari Jumat untuk makan bersama di sekolah,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Orang tua siswa juga sangat mendukung program, terlihat dari hampir setiap siswa membawa bekal ke sekolah pada saat adanya kegiatan tersebut. Hal ini dikatakan orang tua Nezryan kelas VII-2 yang dengan senang hati menyiapkan bekal bagi Nezryan di setiap hari Jumat.</p>
<p>Seluruh siswa juga merasa sangat senang ketika diadakan makan bersama di luar ruangan kelas sambil menikmati alam yang sejuk di Kabupaten Karo yang merupakan daerah pegunungan.</p>
<p>Maypaska salah satu siswa kelas VII-2 mengatakan bahwa dia sangat senang ketika bisa membawa bekal dari rumah dan juga menikmati makan bersama teman-teman di luar kelas sambil menikmati udara yang sejuk, karena terkadang dia juga tidak sempat sarapan pagi dari rumah, jadi dengan adanya Gerakan ini dia sempat menikmati sarapan di sekolah.</p>
<p>Hal senada juga dikatakan oleh Ade Irma br Purba yang mengaku sangat senang bisa menikmati makan bersama teman dan guru di sekolah dan dapat saling berbagi lauk dengan teman teman.</p>
<p>Tidak hanya siswa, rekan-rekan guru juga merasa sangat senang ketika bisa menikmati makan bersama dengan siswa di luar ruangan karena ketika guru dan siswa berada di lapangan sambil menikmati makan pagi dapat memperhatikan makanan sehat yang di bawa siswa sambal sesekali memberikan pandangan tentang makanan sehat, siswa dan guru juga bisa saling bercerita tentang kehidupan keluarga mereka.</p>
<p>Sesekali Ibu Ikha Ellyrosa Br Purba yang masuk di kelas VII-9 pada hari Jumat dengan senang hati menyiapkan lauk kepada siswa kelas VII-2 dengan kesepakatan siswa membawa nasi dari rumah dan beliau yang menyediakan lauknya.</p>
<p>Ibu Sri Ulina br Ginting juga membawa buah untuk dimakan bersama anak-anak. Masih banyak lagi inisiatif guru kelas setiap Jumatnya untuk menciptakan kebersamaan dan menyenangkan ketika makan bersama.</p>
<p>&#8220;Anak-anak selalu menantikan hari Jumat karena mereka sangat senang membawa bekal dari rumah dan menikmati makan bersama teman dan guru dan saling berbagi lauk dengan temen temannya. Program ini akan terus dijalankan dengan harapan dapat mencegah stunting di Kabupaten Karo dan menumbuhkan kesadaran kepada orangtua dan siswa tentang pentingnya memberikan pemenuhan nutrisi pada tubuh anak yang sehat,&#8221; Menna Sri Ulina Silangit,S.Pd. (R)</p><p>The post <a href="https://indexsumut.com/2023/10/25/cegah-stunting-smp-negeri-3-berastagi-terapkan-gerebek-sekolah/">Cegah Stunting, SMP Negeri 3 Berastagi Terapkan ‘Gerebek Sekolah’</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indexsumut.com/2023/10/25/cegah-stunting-smp-negeri-3-berastagi-terapkan-gerebek-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guru-guru UPTD SDN. 017107 Kisaran Naga Terapkan Pembelajaran Menyenangkan</title>
		<link>https://indexsumut.com/2023/10/03/guru-guru-uptd-sdn-017107-kisaran-naga-terapkan-pembelajaran-menyenangkan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=guru-guru-uptd-sdn-017107-kisaran-naga-terapkan-pembelajaran-menyenangkan</link>
					<comments>https://indexsumut.com/2023/10/03/guru-guru-uptd-sdn-017107-kisaran-naga-terapkan-pembelajaran-menyenangkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[S]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 01:21:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanoto Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indexsumut.com/?p=482</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005-750x422.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005-750x422.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005-300x169.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005-768x432.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p>KISARAN, Index Sumut &#8211; Kepala UPTD SDN. 017107 Kisaran Naga, Nurgayah Hasibuan, S.Pd mengajak guru-guru...</p>
<p>The post <a href="https://indexsumut.com/2023/10/03/guru-guru-uptd-sdn-017107-kisaran-naga-terapkan-pembelajaran-menyenangkan/">Guru-guru UPTD SDN. 017107 Kisaran Naga Terapkan Pembelajaran Menyenangkan</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005-750x422.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005-750x422.jpg 750w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005-300x169.jpg 300w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005-768x432.jpg 768w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20230927-WA0005.jpg 800w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p><p>KISARAN, <a href="http://indexsumut.com">Index Sumut</a> &#8211; Kepala UPTD SDN. 017107 Kisaran Naga, Nurgayah Hasibuan, S.Pd mengajak guru-guru untuk kreatif dalam menerapkan pembelajaran di sekolah. Guru kreatif penuh inovasi akan berupaya untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.</p>
<p>&#8220;Saya selaku Kepala UPTD SDN. 017107 Kisaran Naga menyampaikan kepada para guru, untuk menerapkan pembelajaran aktif dengan unsur MIKiR. Walaupun sekolah yang saya pimpin bukan sekolah mitra Tanoto Foundation, namun saya tetap berupaya agar para guru dapat melaksanakan pembelajaran aktif,&#8221; ujar Nurgayah Hasibuan, S.Pd yang juga merupakan Fasda Tanoto Foundation.</p>
<p>Untuk itu, dirinya terus melakukan sosialisasi terhadap para guru, guna menyampaikan materi pembelajaran aktif dengan unsur MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) yang merupakan Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) Tanoto Foundation.</p>
<p>&#8220;Dalam sosialisasi tersebut saya menyampaikan proses pembelajaran aktif dengan penerapan unsur MIKiR, dimana guru berperan sebagai fasilitator. Sementara pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik dapat aktif dalam berinteraksi, berkomunikasi, serta melakukan refleksi dari hasil kegiatan pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran menyenangkan akan tercipta,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dari hasil sosialisasi yang dilakukan tentang pembelajaran aktif, para guru mulai menerapkannya. Seperti yang dilakukan Bu Ari Hartati, guru Penjaskes. Bu Ari melakukan pembelajaran menyenangkan dengan mengajak peserta didik keluar kelas yang dipadukan dengan melatih peserta didik dalam penyelesaian soal yang berkaitan dengan numerasi.</p>
<p>Bu Ari mengajak peserta didik kelas 2 ke halaman sekolah. Sepontan anak-anak bersorak kegirangan. Membuktikan betapa anak-anak senang belajar sambil bermaian. Bu Ari mulai melakukan aksinya, dengan mengajak anak-anak berkeliling membentuk lingkaran, sementara ia berada di tengah lingkaran tersebut, dalam tema pembelajaran “Gerak Bebas Berirama”.</p>
<p>&#8220;Tujuan pembelajaran yang dilakukan Bu Ari adalah untuk mengembangkan kelenturan dan kekuatan tubuh, untuk melatih konsentrasi, serta melatih kecepatan peserta didik dalam menjumlahkan dan mengalikan. Dalam permainan tersebut Bu Ari juga melatih anak-anak untuk melakukan numerasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bu Ari memberikan intruksi sambil bernyanyi dan bergerak. Anak-anak mengikuti instruksi yang disampaikan Bu guru. Lagu yang dinyanyikan Bu guru “Berputar-putar mencari teman……3 orang….” Lalu anak-anak bergandengan 3 orang. Begitu dilakukan dengan bilangan berubah secara acak.</p>
<p>Setelah anak-anak bergandengan, Bu Ari meminta anak-anak menghitung jumlah jika ada dua, tiga, atau empat kelompok digabungkan. Setelah menghitung anak-anak menyampaikan hasilnya. Anak-anak yang lain dapat memberikan tanggapan dari hasil jawaban temannya.</p>
<p>Diakhir pertemuan Bu Ari bersama peserta didiknya melakukan reflek hasil pembelajaran secara lisan. Refleksi berupa pertanyaan, “Siapa anak-anak yang merasa senang dengan pembelajaran kita hari ini? Bagaimana perasaan anak-anak belajar hari ini?” Peserta didik dapat memberikan jawaban secara langsung pula.</p>
<p>Bu Ari melakukan proses pembelajran seperti ini dengan harapan agar peserta didik senang dan tetap semangat dalam belajar.</p>
<p>&#8220;Pembelajaran yang dilakukan cukup menyenangkan. Peserta didik senang dan bersemangat, badan sehat, numerasi anak-anak hebat. Belajar sambil bermain ternyata lebih memotivasi motoric peserta didik untuk lebih kreatif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selaku Kepala Sekolah, Nurgayah melihat penerapan pembelajaran yang dilakukan Bu Ari sudah sangat bagus. &#8220;Ini saya lakukan sebagai pelaksanaan program supervisi Kepala sekolah terhadap proses pembelajaran,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain Bu Ari, guru kelas dan guru bidang study lainnya juga menerapkan pembelajaran aktif dengan lebih menarik pula. Dengan demikian tujuan pembelajaran dapat tercapai dan peserta didik pun merasa senang.</p>
<p>Perasaan peserta didik saat pembelajaran yang mereka rasakan cukup menyenangkan. Peserta didik bersemangat dan termotivasi dalam belajar, tanpa dirasa waktu belajar selesai dan mereka merasakan masih ingin terus belajar.</p>
<p>“Saya sangat senang, bu… Karena kami belajar sambil bermain. Kami juga belajar berhitung,” ungkap peserta didik yang bernama Silla.</p>
<p>&#8220;Ya bu…. kami senang belajar dengan bu guru. Kami belajar bernyanyi, berhitung, juga berlari dan melompat untuk mencari pasangan,” sambung Zydan Pratama.</p>
<p>Dari penerapan yang dilakukan Bu Ari, belajar di luar kelas, saya juga berharap kepada seluruh guru di UPTD SDN. 017107 Kisaran Naga, untuk terus kreatif dalam menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan.</p>
<p>&#8220;Belajar aktif, menarik, dan menyenangkan dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas, dengan semua materi pelajaran, terbukti dari apa yang sudah dilakukan Bu Ari,&#8221; tegasnya. (MR)</p><p>The post <a href="https://indexsumut.com/2023/10/03/guru-guru-uptd-sdn-017107-kisaran-naga-terapkan-pembelajaran-menyenangkan/">Guru-guru UPTD SDN. 017107 Kisaran Naga Terapkan Pembelajaran Menyenangkan</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indexsumut.com/2023/10/03/guru-guru-uptd-sdn-017107-kisaran-naga-terapkan-pembelajaran-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dongkrak Kreatifitas Siswa Lewat Kardus Bekas</title>
		<link>https://indexsumut.com/2023/09/19/dongkrak-kreatifitas-siswa-lewat-kardus-bekas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dongkrak-kreatifitas-siswa-lewat-kardus-bekas</link>
					<comments>https://indexsumut.com/2023/09/19/dongkrak-kreatifitas-siswa-lewat-kardus-bekas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[S]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 01:36:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headlines]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kardus Bekas]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Tanoto Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indexsumut.com/?p=199</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="338" height="450" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0019-338x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0019-338x450.jpg 338w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0019-225x300.jpg 225w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0019.jpg 768w" sizes="(max-width: 338px) 100vw, 338px" /></p><p>ASAHAN, Index Sumut &#8211; Membuat media Pembelajaran berupa hiasan kelas merupakan salah satu agenda yang...</p>
<p>The post <a href="https://indexsumut.com/2023/09/19/dongkrak-kreatifitas-siswa-lewat-kardus-bekas/">Dongkrak Kreatifitas Siswa Lewat Kardus Bekas</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="338" height="450" src="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0019-338x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0019-338x450.jpg 338w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0019-225x300.jpg 225w, https://indexsumut.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230914-WA0019.jpg 768w" sizes="(max-width: 338px) 100vw, 338px" /></p><p>ASAHAN, <a href="http://indexsumut.com">Index Sumut</a> &#8211; Membuat media Pembelajaran berupa hiasan kelas merupakan salah satu agenda yang paling menyenangkan dan mengasyikan. Banyak sekali jenis bahan yang dapat di gunakan untuk membuat media pembejaran. Pada umumnya bahan yang sering digunakan adalah karton, kertas origami, kertas minyak ,kertas manila, maupun kain flannel.</p>
<p>Tapi kali ini, siswa kelas 5 UPTD SDN 014701 Pasar Lembu, Kabupaten Asahan, yang dipandu guru kelas Risnawati Nasution SPd, memanfaatkan kardus bekas produk kemasan sebagai bahan utama untuk membuat media pembelajaran tersebut.</p>
<p>&#8220;Kardus bekas selain mudah didapat dan menghemat pengeluaran juga mampu menumbuhkan kepedulian murid terhadap sampah yang sudah tak terpakai lagi kemudian bisa diolah menjadi barang atau media yang bernilai tinggi,&#8221; ujar Risnawati Nasution, kemarin.</p>
<p>Salah satu murid, Rahayu mengatakan kardus bekas yang mereka gunakan, didapat dari warung di sekitar rumah mereka secara cuma-cuma.</p>
<p>Untuk membuat media pelajaran kelas yang menarik dari kardus bekas, dibutuhkan kreatifitas murid yang tinggi. Tapi yang menjadi kendala tak semua murid memiliki kreatifitas tersebut. Di sini peran guru sangat diharapkan untuk terus memotivasi intrinsik siswa agar kreatifitasnya tumbuh.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan pemahaman yang saya dapat dari salah satu sahabat Fasda Pembelajaran Program PINTAR Tanoto Fondation tentang pembelajaran aktif, guru harus mampu menginspirasi atau menciptakan berbagai gagasan kreatif dalam proses pembelajaran, agar dapat merangsang murid untuk terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan kreatif,&#8221; ujar Risnawati.</p>
<p>Dalam mendongkrak kreativitas siswa ini, Risna menggunakan konsep MIKIR Tanoto Fondation dengan mengajak murid turut aktif dalam pembelajaran, terus memotivasi untuk mampu berkolaborasi dengan tim dan kritis selama pembelajaran berlangsung.</p>
<p>Menurutnya, pembelajaran dengan menggunakan konsep MIKIR bukan saja mengasah kemampuan guru menciptakan berbagai kegiatan yang kreatif dan inovatif, tapi mampu menghadirkan ide maupun tindakan murid terhadap materi yang di ajarkan. Karena pada dasarnya setiap murid pasti memiliki kreatifitas, hanya saja kurangnya motivasi dari berbagai pihak dan sistem pembelajaran monoton yang di terapkan guru sehingga membuat kreatifitas itu terpendam.</p>
<p>&#8220;Dengan pembelajaran aktif ini, diharapkan murid benar-benar merespon dengan baik setiap materi yang di ajarkan. Sekaligus mampu memunculkan kreatifitas mereka yang masih terpendam tanpa harus terbebani dengan hasil yang diperoleh,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selama proses pembuatan media pembelajaran dari kardus bekas ini, semua murid terlihat antusias dalam mengerjakannya.</p>
<p>“Saya sangat senang bisa membuat media pelajaran yang indah dan menarik dari kardus bekas,&#8221; kata salah seorang murid, Aidil yang penuh antusias ketika telah berhasil menyelesaikan salah satu hiasan kelas bersama teman kelompoknya.</p>
<p>“Iya benar, gak nyangka kardus bekas bisa jadi hiasan seindah ini,&#8221; sahut Amel sambil menunjukan media di tangannya dengan wajah penuh binar.</p>
<p>“Nah anak- anak. Jadi, tak selamanya barang bekas akan berakhir di tempat sampah dan menjadi polusi lingkungan. Barang bekas bisa menjadi bermanfaat di tangan orang yang tepat,&#8221; sambung Risnawati yang juga sebagai Fasda Tanoto Foundation ini.</p>
<p>Menurutnya, dari pembelajaran aktif yang membutuhkan kreatifitas ini, murid telah menghasilkan beberapa media pembelajaran dari kardus bekas yang indah dan menarik di antaranya adalah &#8216;Papan Selamat Datang&#8217;. Hiasan yang design berbentuk boneka dengan tulisan “Selamat Datang&#8221; yang diletakkan di pintu kelas ini berfungsi untuk menyambut kedatangan siswa.</p>
<p>Selanjutnya, &#8216;Papan Absen&#8217;. Hiasan dinding dari kardus yang telah di matching dengan potongan kertas kado bermotif batik terlihat begitu menarik dan indah. Dengan media ini dapat menumbuhkan disiplin waktu . Murid yang hadir ke sekolah, wajib melakukan absen. Nomor yang diambil sesuai dengan urutan kehadirannya. Murid yang datang duluan, maka nomor urut yang diambil adalah nomor satu, kemudian dimasukkan ke kotak yang ada namanya.</p>
<p>Kemudian ada &#8216;Banner Motivasi&#8217;. Media berbentuk persegi yang dikreasi dengan kertas kado ini selain menjadi hiasan kelas, juga sebagai media untuk membangkitkan semangat kepada murid setelah membaca kata-kata yang mengandung Inspirasi dan motivasi.</p>
<p>Selanjutnya ada media pembelajaran &#8216;Banner 7K&#8217;. Sekolah merupakan tempat untuk mensosialisasikan dan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Dengan adanya media ini di kelas, guru dan murid dapat mewujudkan tujuan yang ada di dalam 7K di lingkungan sekolah.</p>
<p>Selain itu juga ada media &#8216;Jadwal Piket Kelas&#8217;. Jadwal piket kelas merupakan salah satu hiasan dinding yang wajib ada di kelas. Media ini selain untuk memperindah kelas, juga merupakan peraturan tertulis yang harus dipatuhi oleh murid agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah dalam proses kegiatan membuat media semua berjalan dengan lancar, semua murid sangat senang dan antusias. Tak ada satu pun siswa yang tak terlibat dalam proses kegiatan tersebut. Setiap Murid memiliki tugas masing-masing dari mulai menggunting, memotong, mengelem, melengketkan dan seterusnya,&#8221; ujar Risna.</p>
<p>Menurutnya, dalam pembuatan media pelajaran menggunakan kardus bekas ini bukan hanya mendongkrak kreatifitas murid serta juga dapat menciptakan kelas yang nyaman dan menyenangkan karena dipenuhi hasil karya mereka.</p>
<p>&#8220;Dalam kegiatan ini juga memunculkan stimulus ajang berlatih kepekaaan, kekompakan, ketelitian, kreatifitas serta tanggung jawab tanpa menghilangkan unsur asyik dan menyenangkan. Alhamdulillah hasil yang mereka dapat sangat memuaskan,&#8221; tandasnya. (MR)</p><p>The post <a href="https://indexsumut.com/2023/09/19/dongkrak-kreatifitas-siswa-lewat-kardus-bekas/">Dongkrak Kreatifitas Siswa Lewat Kardus Bekas</a> first appeared on <a href="https://indexsumut.com">Index Sumut</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indexsumut.com/2023/09/19/dongkrak-kreatifitas-siswa-lewat-kardus-bekas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
