MEDAN, Index Sumut – IHSG ditutup menguat signifikan pada perdagangan hari ini. IHSG ditutup naik 1.64% di level 6.751,39, bahkan sempat menyentuh level tertingginya 6.780.

Pengama Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, kabar baik ditahannya suku bunga acuan Bank Sentral AS memicu penguatan pasar keuangan di Asia.

“Untuk sementara, kekuatiran pelaku pasar terkait dengan besaran bunga acuan memudar, walaupun ancaman bunga akan tetap naik atau bertahan tinggi untuk waktu yang lama masih menggema sejauh ini,” ujar Gunawan, Kamis (2/11) sore.

Gunawan menyebutkan, kedepan dalam jangka pendek, selain data ekonomi yang akan dirilis, pelaku pasar akan berhadapan dengan situasi yang bisa saja dengan secara tiba-tiba merubah pergerakan pasar.

“Konflik Hamas – Israel serta tensi politik di tanah air akan menjadi fokus pelaku pasar dalam jangka pendek. Sentimen keduanya akan sangat berpengaruh, terlebih jika rilis data ekonomi di banyak negara merealisasikan angka yang sesuai dengan ekspektasi,” katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, sejumlah indikator menunjukan bahwa kinerja bursa pada perdagangan besok masih memungkinkan untuk ditransaksikan di zona positif.

“Selain minimnya agenda ekonomi yang bisa merubah ekspektasi pasar, sejumlah bursa di Eropa juga dibuka menguat hari ini. Indikator teknikal bisa saja menggiring terjadinya koreksi, kalaupun jika terjadi koreksi pada perdagangan besok,” sebutnya.

Sementara itu, mata uang Rupiah ditransaksikan menguat. Rupiah ditutup menguat di level 15.850 per US Dolar.

“Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini dipicu oleh melemahnya imbal hasil US Treasury 10 Y yang berada dikisaran 4.715%. Dan dalam sehari perdagangan, USD index juga turun tajam di level 106.19 pada perdagangan sore,” kata Gunawan.

Harga emas di sisi lainnya mengalami penguatan di level $1.988 per ons troy. Kabar baik dipertahankannya bunga acuan US Dolar memicu aksi beli harga emas.

Dalam jangka pendek harga emas di atas angin, karena sentimen negatif dari suku bunga acuan sudah tereliminir untuk sementara waktu.

“Emas sangat potensial untuk kembali naik mendekati level $2.000. Meskipun secara teknikal harga emas masih tersandera dan akan berkonsolidasi terlebih dahulu, hingga ada faktor fundamental yang kuat mendorong kenaikan di atas level psikologis ($2.000/ons troy),” pungkasnya. (R)

Share: