MEDAN, Index Sumut – Kinerja mata uang rupiah yang pada sesi perdagangan pagi sempat menguat terhadap US Dolar, justru berbalik melemah ke level 15.645 per US Dolar.
Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, rupiah melemah seiring dengan kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun di sepanjang sesi perdagangan.
“Imbal hasil US Treasury hanya naik tipis menjadi 4.596%. Namun, memang minimnya sentimen saat ini membuat mata uang rupiah rentan melemah meskipun hanya diterpa sentimen kecil,” ujarnya, Rabu (8/11) sore.
Akan tetapi di sisi lainnya, lanjut Gunawan, akan ada testimoni dari Gubernur Bank Sentral AS atau The FED malam ini. Testimoni tersebut akan menjadi satu-satunya sentimen di pekan ini, yang berpengaruh besar terhadap mata uang dunia termasuk rupiah.
“Meski demikian, sekalipun bank Sentral AS nanti memiliki tendensi terhadap kemungkinan kenaikan bunga acuan, mata uang rupiah diproyeksikan tidak akan melemah di atas 16.000 per US Dolar hingga tutup tahun,” katanya.
Bahkan, sambungnya, sekalipun nantinya ada kenaikan bunga acuan The FED sebesar 25 basis poin di Desember, tidak akan membuat rupiah menyentuh 16.000. Karena posisi rupiah saat ini dinilai akan mampu menghadapi tekanan besar, sehingga akan menghindarkan rupiah dari kemungkinan keterpurukan ke level tersebut.
Di sisi lain, penguatan rupiah belakangan ini memicu terjadinya tekanan pada harga emas di tanah air. Harga emas Antam turun cukup signifikan pada perdagangan hari ini, anjlok belasan ribuan per gram.
“Penurunan harga emas dipicu oleh dua faktor. Pertama penguatan rupiah yang cukup tajam, dan kedua dipicu oleh penurunan harga emas dunia. Harga emas dunia saat ini ditransaksikan di level $1.967 per ons troy nya. Turun dalam jika dibandingkan dengan harga dalam dua pekan terakhir yang sempat sentuh $2.000 per ons troy,” sebutnya.
Menurutnya, dengan mengacu kepada mata uang rupiah pada hari ini, maka harga emas dalam rupiah itu di kisaran 942 ribu per gramnya. Namun untuk harga emas di tanah air masih dijual diatas 1 juta per gram. Angkanya terbilang wajar, termasuk juga harga buy back yang bisa saja di bawah 1 juta per gramnya. Walaupun turun, harga emas masih bertahan mahal sejauh ini.
Sementara itu, IHSG ditutup melemah 0.58% di level 6.804,11 pada perdagangan hari ini. IHSG bahkan sempat turun ke level 6.763. Ada 265 saham yang naik, 541 saham turun dan 285 emiten saham yang stabil.
“Kinerja IHSG pada dasarnya tidak jauh berbeda dnegan kinerja bursa di Asia pada umumnya. Dan pelaku pasar juga tengah menanti testimony Bank Sentral AS sebagai penggerak pasar selanjutnya,” pungkasnya. (R)





