MEDAN, Index Sumut – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini, Selasa (14/11) ditutup menguat 0.35% di level 6.862,06. Padahal investor asing justru membukukan jual bersih Rp111 miliar.
“Kinerja IHSG pada perdagangan hari ini seirama dengan banyak kinerja bursa di Asia lainnya yang juga ditutup menguat. Penguatan ini tidak terlepas dari ekspektasi bahwa inflasi AS di bulan Oktober ini akan melandai,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin.
Seirama dengan kinerja indeks bursa saham, lanjutnya, mata uang rupiah ditutup menguat tipis di level 15.690 per US Dolar. Hanya sedikit menguat dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 15.695 per US Dolar.
“Kinerja mata uang Rupiah diuntungkan dengan penurunan yield US Treasury yang sedikit turun dibandingkan dengan perdagangan di pagi hari,” katanya.
“Sejauh ini saya menilai bahwa, sejumlah indikator yang terlihat pada perdagangan sore ini mengindikasikan kinerja pasar keuangan yang akan membaik pada perdagangan besok. Seiring dengan ekspektasi melemahnya inflasi. Sayangnya, ada pagelaran APEC yang juga akan memberikan dampak besar ke pasar keuangan,” sambungnya.
Menurutnya, sejauh ini pelaku pasar mencermati dengan sangat serius bagaimana hubungan China dan AS pasca pertemuan nantinya. Pertemuan tersebut akan lebih berpengaruh bagi kinerja pasar keuangan di pekan ini.
Sehingga rilis data inflasi yang akan dipaparkan nanti malam berpeluang hanya akan memberikan dampak sesaat ke pasar keuangan. Selebihnya pasar akan lebih banyak dipengaruhi oleh hasil pertemuan APEC.
Sementara itu, harga emas pada sesi perdagangan sore mengalami penguatan. Harga emas ditransaksikan di kisaran level $1.947 per ons troy.
“Berbeda dengan pasar keuangan yang akan menyesuaikan dengan hasil APEC, harga emas justru berpeluang menguat jika hasil pertemuan APEC nantinya tidak sesuai ekspektasi,” pungkasnya. (R)





