Index Sumut – Kinerja indeks bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini, Rabu (15/11) melanjutkan tren penguatan sejak sesi pembukaan perdagangan.

Bahkan bursa Hang Seng mampu membukukan penguatan dua kali lebih besar dari sesi pembukaan perdagangan.

IHSG di sisi lain juga ditutup menguat, namun penguatannya masih tidak begitu jauh berbeda dibandingkan dengan sesi perdagangan pembukaan.

Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup naik 96 poin di level 6.958,21. Meskipun asing justru masih melakukan transaksi jual bersih senilai Rp100,7 miliar pada perdagangan hari ini.

“Penguatan kinerja psar keuangan yang terbilang cukup signifikan pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari ekspektasi pelaku pasar yang optimis bahwa ruang gerak The FED untuk menaikkan besaran bunga acuan kian terbatas,” kata Gunawan.

Mata uang rupiah juga mengalami penguatan yang sangat tajam pada hari ini. Rupiah langsung menguat di bawah 15.500, setelah pada perdagangan sebelumnya sempat menyentuh level 15.700 per US dolar.

“Rupiah pada sesi perdagangan sore ditransaksikan di level 15.530 per US Dolar. Penguatan mata uang rupiah terjadi didorong oleh rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya,” ujarnya.

Harga emas juga demikian, pada sesi perdagangan sore ini harga emas ditransaksikan menguat di level $1.970 per ons troy nya.

“Sentimen positif datang dari melemahnya laju tekanan inflasi di AS, yang mengakibatkan US Dolar berada dalam tekanan serius. Emas menjadi lebih menarik dibandingkan US Dolar setelah inflasi AS merealisasikan angka lebih kecil dibandingkan dengan ekspektasi,” katanya.

Namun, lanjut Gunawan, fokus pelaku pasar juga akan banyak dipengaruhi oleh pertemuan Xi Jinping Dan Joe Biden yang akan dilangsungkan pada malam nanti. Pertemuan tersebut jika membuahkan hasil positif bagi kerjasama yang lebih luas. Maka pasar keuangan berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan besok.

Akan tetapi jika sebaliknya, maka pasar saham yang akan lebih merana dibandingkan dengan kinerja sektor keuangan lainnya. Dengan kenaikan yang tajam pada indeks saham maupun mata uang pada perdagangan hari ini, maka potensi kejutan yang dihasilkan dari pertemuan APEC layak untuk diwaspadai.

“Saya menilai jika hasil pertemuan tersebut tidak begitu disukai pasar, maka akan ada aksi profit taking yang melanda pasar keuangan,” pungkasnya. (R)

Share: