Index Sumut – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menguat pada Selasa (21/11/2023).
Penguatan tersebut ditopang oleh rendahnya produksi CPO Malaysia ditambah lagi tanda-tanda peningkatan permintaan kedelai di China. Meskipun penurunan ekspor membatasi kenaikan tersebut.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Selasa (21/11/2023), kontrak berjangka CPO untuk Desember 2023 naik 16 Ringgit Malaysia menjadi 3.819 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Januari 2024 meningkat 17 Ringgit Malaysia menjadi 3.907 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Februari 2024 naik 19 Ringgit Malaysia menjadi 3.953 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2024 bertambah 16 Ringgit Malaysia menjadi 3.974 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO April 2024 terkerek 14 Ringgit Malaysia menjadi 3.969 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2024 meningkat 14 Ringgit Malaysia menjadi 3.953 Ringgit Malaysia per ton.
“Bulan ini, produksi di Malaysia rendah, dan tingginya permintaan biodiesel membuat pasar tetap kuat. Harga minyak kedelai saingannya yang kuat telah mendukung pasar,” kata Mitesh Saiya, manajer perdagangan di perusahaan perdagangan Kantilal Laxmichand and Co yang berbasis di Mumbai dikutip dari Hellenicshippingnews.
Impor kedelai China dari Brazil naik 71% pada bulan Oktober dibandingkan tahun sebelumnya, data menunjukkan pada hari Senin, didorong oleh harga yang lebih murah menyusul panen yang kuat.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian, DBYcv1, turun 0,4%, sedangkan kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 0,7%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 1%.
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait saat mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.
Ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-20 November terlihat turun sekitar 2% dibandingkan dengan periode yang sama bulan lalu, data dari surveyor kargo Intertek Testing Services dan perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia menunjukkan pada hari Senin.
Ekspor minyak sawit Indonesia pada bulan September turun 21% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada hari Selasa.
Fitch Ratings memperkirakan harga minyak sawit mentah akan turun secara signifikan pada tahun 2024 karena produksi dapat meningkat karena cuaca yang mendukung.
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya sedang mengembangkan sistem baru untuk melacak asal usul kelapa sawit dan kredibilitas lingkungannya sebagai tanggapan atas permintaan pembeli akan bukti keberlanjutan. (*)
* dikutip dari investor.id





