Index Sumut – Pasar keuangan dilanda koreksi teknikal pada perdagangan, Rabu (22/11). IHSG berlanjut ditutup melemah pada perdagangan hari ini setelah kegagalan menembus level 7.000 pada perdagangan kemarin.

“IHSG dilanda aksi profit taking memanfaatkan momentum penguatan yang terjadi sebelumnya,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin.

Gunawan menyebutkan, pada pekan ini sentimennya cukup mendukung bagi penguatan kinerja pasar keuangan secara keseluruhan.

Namun, kinerja IHSG tidak seperti kebanyakan bursa di Asia pada hari ini. Dimana banyak bursa yang justru mampu ditutup menguat. IHSG justru ditutup melemah 0.79% di level 6.906,95.

“Kinerja IHSG yang sedikit bergerak anomali ini tidak akan berlangsung lama. Karena koreksi teknikal saat ini nantinya akan menggiring investor pada posisi jenuh jual, yang kembali menciptakan potensi technical rebound,” ujarnya.

Seirama dengan IHSG, mata uang Rupiah juga mengalami pelemahan pada hari ini. Secara fundamental rupiah cukup tertolong dengan sejumlah data ekonomi AS yang memperburuk kinerja US Dolar.

Akan tetapi di sisi lain, penguatan Rupiah yang terlalu tajam memang buruk buat neraca dagang di tanah air. Karena serbuan barang-barang impor bisa masuk ke pasar domestik.

“Pelemahan rupiah pada hari ini memang bisa saja karena intervensi agar rupiah tidak menguat terlalu jauh. Dugaan tersebut memang bisa muncul seiring dengan melemahnya imbal hasil obligasi AS serta buruknya sentimen US Dolar belakangan ini. Pada perdagangan sore, mata uang rupiah melemah ke level 15.570 per US Dolar,” ungkapnya.

Namun, berbeda dengan rupiah dan IHSG, harga emas justru mampu menembus level $2.002 per ons troy nya.

“Harga emas justru meroket seiring dengan memburuknya kinerja US Dolar setelah sejumlah indikator menunjukan bahwa The FED akan menghentikan kenaikan bunga acuan, ditambah lagi kemungkinan penurunan bunga acuan di tahun depan,” pungkasnya. (R)

Share: