Index Sumut – Kinerja IHSG pada perdagangan awal pekan ini ditransaksikan menguat 0.48% di level 7.093,60, dimana asing membukukan transaksi jual bersih senilai 166 miliar.
Kinerja IHSG mengalami penguatan sekalipun kinerja indeks bursa di kawasan Asia yang banyak dijadikan acuan justru sebagian besar ditutup melemah. Sehingga IHSG pada dasarnya bergerak anomali pada perdagangan hari ini, Senin (4/12).
Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, tidak hanya sejumlah bursa di Asia yang mengalami pelemahan, banyak bursa dari negara besar di Eropa juga diperdagangkan melemah pada hari ini.
“Pelemahan bursa di luar sangat potensial menjadi beban bagi kinerja IHSG pada perdagangan besok. Sejauh ini, indikator kinerja bursa di luar menunjukan adanya tekanan yang berpotensi berlanjut pada perdagangan besok,” ujarnya.
Di sisi lain, kinerja mata uang rupiah juga ditutup menguat pada hari ini. Rupiah menguat di level 15.450 per US Dolar. Rupiah bahkan sempat menguat hingga ke level 15.400 selama sesi perdagangan hari ini.
US Dolar melemah terhadap mata uang Rupiah seiring dengan memburuknya kinerja imbal hasil US Treasury AS. Beberapa indiaktor lainnya menunjukan bahwa US Dolar memang dalam tren pelemahan seiring kian mencuatnya spekulasi bahwa The FED akan menghentikan siklus kenaikan bunga acuan.
“Mata uang rupiah secara fundamental juga masih berpotensi menguat lebih jauh, dan di akhir tahun sangat berpeluang untuk mendekati level 15.300 per US Dolar. Rupiah masih dinaungi kabar baik seiring dengan masih cukup solidnya kondisi fundamental ekonomi di tanah air,” katanya.
Sementara itu, harga emas pada perdagangan hari ini justru mengalami koreksi. Harga emas terpantau melemah di level $2.064 per ons troy.
“Koreksi teknikal yang terjadi pada harga emas dinilai masih sangat wajar. Mengingat harga emas yang sempat naik dan menyentuh level $2.100 pada perdagangan akhir pekan kemarin, cenderung mendorong aksi profit taking investor,” pungkasnya. (R)





