Index Sumut – Kinerja sejumlah indeks bursa di Asia, pada perdagangan jelang penutupan berbalik ditutup menguat. Namun IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (11/12) yang berada di teritori negatif selama sesi perdagangan, juga ditutup melemah di sesi penutupan.

“IHSG anjlok 0.99% di level 7.088,79 pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG bergerak anomali jika dibandingkan dengan kinerja kebanyakan bursa saham di Asia,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Senin (11/12) sore.

Meski demikian, lanjut Gunawan, asing justru membukukan transaksi beli bersih senilai Rp1.6 triliun di tengah tekanan kinerja pasar saham pada hari ini.

Di sisi lainnya, kinerja mata uang rupiah terpantau melemah dari sesi pembukaan hingga penutupan perdagangan. Bahkan mata uang rupiah tidak beranjak jauh dari sesi perdagangan pagi di level 15.610 per US Dolarnya.

“Baik IHSG dan rupiah sama-sama terkoreksi, dimana rupiah tertekan seiring dengan kenaikan imbal hasil US Treasury belakangan ini,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Gunawan, kekuatiran pelaku pasar juga meningkat sekalipun The FED diproyeksikan akan tetap mempertahankan besaran bunga acuannya. Akan tetapi nada hawkish yang sedikit saja mencuat bisa merubah segalanya.

Sementara itu, harga emas pada perdagangan hari ini masih melemah di kisaran $1.994 per ons troynya. Harga emas terpuruk jelang rilis data inflasi AS, ditambah kekuatiran jelang keputusan besaran bunga acuan The FED.

Menurutnya, sejauh ini harga emas terpuruk setelah rilis data ketenaga kerjaan di AS, yang memupuskan ekspektasi bahwa The FED tidak akan menurunkan bunga acuan paling cepat bulan maret 2024 mendatang.

“Dan data ketenagakerjaan tersebut yang menjadi pemicu ekspektasi bahwa kemungkinan kenaikan bunga acuan The FED masih berpeluang terjadi. Yang berdampak pada melemahnya kinerja indeks saham pada hari ini serta melemahnya mata uang Rupiah,” pungkasnya. (R)

Share: