Index Sumut – BPS telah merilis laju tekanan inflasi di Sumut, dimana pada Desember 2023 terjadi kenaikan inflasi sebesar 0.57% secara month to month (mtm). Sementara itu, inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) Sumut sebesar 2.25%.
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, pada dasarnya secara keseluruhan, laju tekanan inflasi di Sumut memang cukup terkendali. Namun laju tekanan inflasi yang sangat bersahabat tersebut, justru tidak lantas membuat daya beli masyarakat mampu terjaga dengan baik.
Menurutnya, kenaikan harga beras sekitar 2.000 hingga 2.500 per Kg dalam kurun waktu setahun terakhir telah menggerus daya beli masyarakat Sumut. Ditambah kenaikan harga rokok (mencapai 4.000 per bungkus), gula pasir serta kebutuhan rumah tangga hingga perawatan pribadi lainnya seperti sabun maupun shampo.
“Kenaikan kebutuhan sehari-hari pada komoditas tersebut sangat membebani pengeluaran masyarakat khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah. Ada tambahan pengeluaran 60 hingga 80 ribu per masing-masing keluarga setiap bulannya,” ujarnya.
Gunawan menyebutkan, perhitungan tersebut masih di luar pengeluaran untuk rokok. Yang jika dikalkulasikan maka akan ada pengeluaran tambahan yang mendekati Rp200 ribu per rumah tangga.
“Besaran angka tersebut cukup signifikan bagi rumah tangga terlebih bagi masyarakat miskin. Hasil observasi lapangan menunjukan bahwa ada penurunan belanja masyarakat untuk kebutuhan sandang selama tahun 2023 ini,” katanya.
Gunawan juga menyebutkan, pedagang pakaian baru mengeluhkan penurunan omset sekitar 30% lebih rendah di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022 sebelumnya. Penurunan belanja tersebut dipicu oleh tambahan pengeluaran kebutuhan pokok yang membuat skala prioritas pengeluaran lebih digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar dibandingkan kebutuhan tersier. (R)





