Index Sumut – Bursa di Asia diperdagangkan di teritori negatif dengan pelemahan yang cukup tajam. Tekanan pada bursa Asia dalam tren memburuk selama sesi perdagangan berlangsung.

Bahkan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang sempat menguat hingga menyentuh 7.393, harus ditutup melemah 0.91% di level 7.283,58.

“Kabar buruk datang dari China, dimana salah satu bank di negara tirai bambu mengajukan kebangkrutan. Yang mengakibatkan sejumlah bursa di Asia bergerak di teritori negatif, bahkan bursa saham di Hongkong mengalami koreksi sebanyak 1.88%,” ujar Pengamat Pasar Keuangan di Sumut, Gunawan Benjamin, Senin (8/1).

Sementara itu, mata uang Rupiah juga ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah melemah di level 16.525 per US Dolar. Pelemahan pada mata uang Rupiah masih relatif terbatas seiring dengan meningkatnya imbal hasil US Treasury.

Senada dengan Rupiah, harga emas juga terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Harga emas ditransaksikan turun di kisaran level $2.028 per ons troy.

“Secara keseluruhan, penurunan harga emas masih terbatas seiring dengan sikap investor yang masih menanti data inflasi di pekan ini,” ujarnya.

Menurutnya, peluang mata uang US Dolar untuk menguat, ditambah dengan memburuknya ekonomi China akan memberikan peluang bagi melemahnya pasar keuangan di tanah air.

“Terlebih jika China membukukan deflasi, dan inflasi AS justru mengalami kenaikan. Dan tekanan pada pasar keuangan saat ini sekalipun diproyeksikan hanya koreksi sesaat, tetapi masih sangat bergantung dengan rilis data penting dalam waktu dekat,” pungkasnya. (R)

Share: