Index Sumut – Kinerja IHSG mengalami tekanan di saat memasuki sesi perdagangan kedua. Di sisi yang lainnya, kinerja mayoritas indeks bursa di Asia juga diperdagangkan di teritori negatif selama sesi perdagangan hari ini, Jumat (12/1).

“Bursa di Asia masih terpapar oleh rilis data inflasi yang lebih banyak memberikan tekanan bagi pasar keuangan seiring dengan memudarnya ekspektasi penurunan bunga acuan The FED, setelah inflasi justru mengalami kenaikan melebihi ekspektasi,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Jumat (12/1).

Namun, lanjut Gunawan, IHSG pada perdagangan hari ini mampu ditutup menguat tipis 0.29% di level 7.241,14. Dimana asing juga membukukan transaksi beli bersih senilai Rp23 miliar.

Di sisi lain, tekanan terjadi pada bursa saham di Eropa yang diperdagangkan melemah di sesi pembukaan perdagangan. Rilis data pertumbuhan ekonomi Inggris yang tumbuh negatif (rata-rata 3 bulan) menjadi kabar buruk bagi pasar keuangan di Eropa.

Sementara itu, mata uang rupiah juga sempat ditransaksikan melemah di awal pembukaan perdagangan, namun mencoba bangkit di sisa perdagangan selanjutnya.

“Mata uang Rupiah akhirnya mampu ditutup stabil di level 15.545 per US Dolar. Rupiah yang sempat menguat selama sesi perdagangan terjadi seiring dengan memburuknya imbal hasil US Treasury 10 tahun yang turun di kisaran 3.965%,” ujarnya.

Di sisi lainnya, harga emas ditransaksikan sedikit menguat di level $2.038 per ons troy diperdagangan sore. Harga emas terpantau membaik, setelah riis data inflasi AS yang memberikan lebih banyak tekanan di pasar keuangan.

“Harga emas saat ini ditransaksikan di kisaran level 1 juta per gramnya. Harga emas belum mendapatkan dorongan kuat untuk menguat lebih jauh, karena ekspektasi penurunan bung aacuan global memudar sejauh ini,” pungkasnya. (R)

Share: