Index Sumut – Data neraca dagang tanah air pada bulan Desember 2023 mencatatkan surplus sebesar $3.3 miliar. Jauh melampaui ekspektasi sebelumnya yang berada di kisaran angka $ 2 miliar. Namun, sekalipun neraca dagang mencatatkan surplus. Mata uang rupiah berserta IHSG justru ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, data positif dari surplus neraca perdagangan tidak banyak membantu kinerja pasar keuangan.

“Saya menilai melemahnya pasar keuangan lebih banyak dipengaruhi oleh kinerja pasar keuangan di Asia yang bergerak mendatar. Isu global seperti memburuknya tensi geopolitik di sejumlah negara, ditambah dengan sikap China yang mempertegas bahwa reunifikasi China dengan Taiwan tetap tidak terhindarkan. Menyulut ekspektasi bahwa tensi geopolitik antara China dan Taiwan tetap berpeluang meningkat di masa depan,” ujar Gunawan, Senin (15/1).

Dia menyebutkan, IHSG pada penutupan perdagangan hari ini melemah 0.24% di level 7.224,001. Dan mata uang rupiah melemah tipis di level 15.550 per US Dolar.

“Baik mata uang rupiah dan IHSG selama sesi perdagangan hari ini sempat mengalami penguatan. IHSG sempat menguat di sesi pembukaan dengan level tertingginya 7.281, sementara Rupiah sempat menguat di level 15.540 per US Dolarnya,” ujarnya.

Di sisi lain, harga emas justru mengalami penguatan di level $2.055 per ons troy nya. Harga minyak diuntungkan dengan memburuknya perang belakangan ini.

“Emas menjadi lebih menarik di saat tensi geopolitik meningkat, karena pelaku pasar cenderung lebih memilih emas sebagai aset investasi di saat kondisi geopolitik global kian memanas,” pungkasnya. (R)

Share: