Index Sumut – Tensi geopolitik mengalami peningkatan belakangan ini. Sebelumnya ada perang Rusia – Ukraina serta Hamas – Israel, terbaru ada perang yang meluas di laut merah, dimana AS dan sekutunya menyerang yaman.
Di sisi lain, tensi geopolitik di semenanjung Korea juga mengalami peningkatan. Belakangan Korea Utara juga terlihat rutin melakukan peluncuran rudal yang mendapat respon negatif dari sejumlah negara lainnya.
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, masalah geopolitik di laut merah dan semenanjung Korea, menunjukan bahwa perang telah meluas dan berpotensi untuk berlanjut meluas nantinya. Dimana China dengan Taiwan, serta potensi meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah sangat berpeluang menjadi beban kinerja pasar obligasi/surat utang, pasar uang hingga pasar saham.
“Namun emas bisa menjadi pengecualian di sini. Dimana emas justru sangat diuntungkan dengan meningkatnya tensi geopolitik. Terbukti di saat AS menyerang Yaman, harga emas cenderung bergerak naik. Ada dua isu besar yang berpeluang mendorong kenaikan harga emas dalam jangka pendek,” ujar Gunawan, Selasa (16/1).
Pertama, Bank Sentral AS yang akan menurunkan besaran bunga acuan dimulai di tahun 2024 ini. Kedua, potensi meningkatnya tensi geopolitik yang akan meningkatkan demand akan aset save haven khususnya emas.
“Sehingga secara fundamental, harga emas masih berpeluang untuk melanjutkan tren kenaikan, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya potensi koreksi terbatas dalam perjalanannya,” sebutnya.
Harga emas saat ini ditransaksikan di kisaran level $2.050 per ons troy nya. Dalam jangka pendek ke menengah harga emas berpeluang bergerak naik di atas $2.100 per ons troy.
Emas saat ini diuntungkan dari melemahnya US Dolar, yang tercermin dari melemahnya imbal hasil US Treasury. Sehingga daya tarik US Dolar memudar dan menguntungkan emas.
“Saya menilai emas masih memiliki daya tarik bahkan jika dipegang atau disimpan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Harga emas saat ini ditransaksikan di kisaran angka 1 juta per gram, di tahun ini harga emas sangat berpeluang untuk menguat dalam rentang 1.3 juta per gram. Terlebih jika The FED berani memangkas besaran bunga acuannya hingga 50 basis poin di tahun ini. (R)





