Index Sumut – Sekitar lima puluh hari lagi dari sekarang, kita akan memasuki bulan Ramadhan. Dimana di bulan tersebut pada umumnya konsumsi masyarakat berpeluang untuk mengalami kenaikan.
“Namun di tahun 2024 ini saya menilai tidak semua bahan kebutuhan pangan pokok atau strategis akan serentak harganya naik. Demand atau permintaan memang berpeluang mengalami kenaikan, tetapi dari sisi pasokan juga akan diimbangi nantinya,” ujar Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, Rabu (17/1).
Dari hasil observasi, lanjut Gunawan, sejumlah petani cabai telah bersiap untuk menyambut Ramadhan dengan menanam tanaman cabai pada bulan November dan Desember. Meskipun besaran indeks produksi saat itu di bawah 100, namun angkanya lebih rendah sedikit di bawahnya. Sehingga masih cukup menjanjikan bahwa harga cabai berpeluang bergerak 25 hingga 35 ribu per Kg.
“Kalau haga cabai naik di atas 40 ribu, peluang sangat kecil. Dan sangat dipengaruhi oleh demand atau permintaan dari luar Sumut. Tetapi kalau berbicara produksi di Sumut dan sejauh ini kita selalu surplus cabai, maka harga menurut prediksi saya tidak akan bergejolak atau naik tajam jelang Ramadhan nanti,” ujarnya.
Untuk harga daging ayam juga diporyeksikan akan bergerak stabil. Sejauh ini ada tren dimana konsumsi pakan pada peternak mandiri mengalami kenaikan. Dimana jika peternak mandiri memulai mengisi kandangnya dengan indukan ayam di awa Februari, maka akan mengimbangi demand yang meningkat jelang Ramadhan nanti. Harga daging ayam diproyeksikan stabil dalam rentang 27 hingga 35 ribu per Kg nantinya.
Selanjutnya, harga bawang merah yang cenderung melemah belakangan ini cukup menjanjikan bahwa harga akan cenderung stabil di kisaran 27 hingga 35 ribu per Kg nya. Untuk harga tomat, berpeluang lebih rendah jika cuaca membaik nantinya, meskipun saat ini masih terbilang mahal di kisaran 18 hingga 20 ribu ke atas per Kg.
Untuk harga gula pasir, minyak goreng, daging sapi dan telur ayam sejauh ini juga belum mengalami kenaikan biaya input produksi yang tinggi. Meskipun untuk minyak goreng sejauh ini direncanakan akan dinaikkan HET nya oleh pemerintah dari 14 ribu menjadi 15 ribu per Kg.
“Untuk harga beras, selama tidak ada perubahan pada harga gabah yang tinggi, saya menilai akan tetap stabil hingga jelang Ramadhan nanti. Sejauh ini harga gabah di tingkat petani di Sumut 6.500 hingga 6.800 per Kg, masih mencerminkan harga keekonomian beras di level konsumen,” ujarnya.
Hanya saja yang menjadi catatan, lanjut Gunawan, ada pedagang yang pesimis bahwa penjualan bisa mengalami kenaikan signifikan di Ramadahan nanti. “Pedagang memperkirakan bahwa konsumsi berpeluang naik tipis saat jelang Ramadhan dibandingkan hari normal. Sehingga gejolak harga juga relatif akan terkendali, dan ini bukan jadi kabar baik tentunya,” pungkasnya. (R)





