Index Sumut – Meksipun selama sesi perdagangan IHSG ditransaksikan di teritori negatif, namun IHSG pada saat sesi penutupan perdagangan justru naik 0.28% di level 7.247,93.

“IHSG sempat melemah hinga ke level 7.194,95 pada sesi perdagangan pagi. Namun berbalik arah khususnya di masa injury time jelang penutupan perdagangan,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Senin (22/1).

Sementara itu, lanjut Gunawan, mata uang rupiah ditutup melemah di level 15.630 per US Dolarnya. Kinerja mata uang rupiah mengalami tekanan selama sesi perdagangan berlangsung.

“Di sisi lainnya kinerja mata uang US Dolar juga mendapatkan kabar baik, setelah pejabat The FED justru melontarkan pernyataan bahwa penurunan bunga acuan belum dibutuhkan saat ini,” sebutnya.

Harapan untuk penurunan bunga acuan pada bulan Maret 2024 mendatang kembali memudar. Dan pasar keuangan tanah air khususnya pasar saham pada hari ini cenderung memiliki arahnya sendiri dibandingkan dengan kinerja pasar keuangan pada umumnya. Dimana IHSG menguat di saat terjadi tekanan pada sejumlah bursa di Asia.

Di sisi lainnya, kinerja harga emas juga tertekan pada sesi perdagangan hari ini. Dimana emas ditransaksikan melemah di kisaran level $2.022 per ons troy nya.

“Harga emas mengalami tekanan seiring dengan memudarnya ekspektasi penurunan bunga acuan The FED. Dan harga emas juga masih menanti rilis data inflasi di akhir pekan nanti. Dimana kabar penurunan laju tekanan inflasi akan memberikan dorongan bagi harga emas untuk mengaut dalam jangka pendek,” pungkasnya. (R)

Share: