Index Sumut – Kinerja IHSG terpuruk di sesi penutupan perdagangan hari ini, Kamis (25/1). IHSG ditutup melemah 0.69% di level 7.178.042.
“Pelemahan IHSG terjadi justru di saat bursa di Asia mayoritas ditutup di zona hijau. IHSG bergerak dengan arah yang berbeda atau anomali, dimana asing justru membukukan transaksi beli bersih senilai Rp461 miliar,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Kamis (25/1).
Di sisi lainnya, kinerja mata uang rupiah kian memburuk dan diperdagangkan melemah di level 15.820 per US Dolar pada perdagangan sore.
“Kinerja mata uang rupiah yang melemah pada perdagangan hari ini terjadi di saat US Dolar Index justru melemah di level 103.21, sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun mengalami pelemahan di level 4.168%,” katanya.
Artinya, lanjut Gunawan, tekanan US Dolar terhadap Rupiah pada perdagangan hari ini tidak didukung oleh sejumlah faktor fundamental yang bisa mendorong penguatan US Dolar.
“Pelemahan Rupiah pada perdagangan hari ini turut menjadi sentimen negatif bagi IHSG yang bergerak anomaly dengan mengalami pelemahan, sekalipun sejumlah bursa regional menguat,” ujarnya.
Menurt Gunawan, sejauh ini faktor pemicu pelemahan mata uang Rupiah justru didorong oleh memburuknya ekspektasi pemotongan bunga acuan The FED yang diperkirakan mundur.
“Dan pada perdagangan besok, rilis data inflasi AS akan menjadi salah satu penentu bagaimana arah kebijakan nantinya. Sementara itu, harga emas terpantau bergerak melemah di level $2.013 per ons troy,” pungkasnya. (R)





