Index Sumut – IHSG bergerak cukup volatile pada perdagangan hari ini, Kamis (22/2). IHSG bergerak dalam rentang 7.321 hingga 7.3665, sebelum akhirnya ditutup melemah 0.13% di level 7.339,64.
“IHSG masih belum menemukan dorongan fundamental untuk bergerak dalam satu tren secara konsisten. Setidaknya kinerja IHSG dalam jangka pendek masih akan banyak dipengaruhi faktor teknikal,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Kamis (22/2).
Sedikit berbeda dengan IHSG yang sempat menguat namun ditutup melemah, lanjut Gunawan, Rupiah justru mampu ditutup menguat meskipun sempat melemah.
“Rupiah ditutup menguat di level 15.585 per US Dolar setelah sempat melemah hingga ke level 15.684 per US Dolarnya. Penguatan Rupiah juga seirama dengan tekanan yang dialami oleh imbal hasil US Treasury, yang kinerjanya mengalami koreksi di sesi perdagangan Asia,” sebut Gunawan.
Seirama dengan Rupiah, harga emas juga mengalami penguatan di sesi perdagangan hari ini. Dimana Rupiah menguat hingga ke level $2.030 per ons troynya.
“Sikap pelaku pasar yang sudah mulai terbiasa dengan kebijakan penundaan penurunan bunga acuan, membuat harga emas menjadi tidak begitu terikat jika seandainya terjadi penundaan lanjutan,” katanya.
Di tengah minimnya sentimen pasar pada perdagangan besok, pasar keuangan diproyeksikan akan lebih banyak dikendalikan oleh faktor teknikal di akhir pekan.
“Sehingga fluktuasi pada pasar keuangan maupun harga emas nantinya masih akan berada dalam rentang harga mengacu kepada batasan support resisten secara teknikal,” pungkasnya. (R)





