Index Sumut – Setelah sempat menyentuh Rp100 Ribu per Kg (konsumen) pada dua hari sebelumnya, harga cabai merah pada hari ini berbalik turun.
Dari pantauan sejumlah pasar baik di Kota Medan dan Deliserdang, harga cabai merah paling rendah tercatat di wilayah Deliserdang yang mencapai Rp46 ribu per Kg nya. Dari semula dua hari lalu yang sempat menyentuh Rp80 ribu per Kg di level pedagang pengecer.
Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, dari observasi di sejumlah pedagang besar, demand atau permintaan cabai merah mengalami pelemahan saat harga cabai di level pedagang pengecer berada dalam rentang Rp70 hingga Rp80 ribu per Kg.
Dia mengatakan, memang pada dasarnya kenaikan harga cabai belakangan ini dipengaruhi oleh sisi persediaan yang mengalami penurunan. Sehingga memicu kenaikan harga termasuk cabai rawit yang saat ini juga mengalami penurunan di kisaran Rp50 hingga Rp60 ribu per Kg.
“Saya menghitung saat harga cabai bergerak naik dari 30 ribu hingga 60 ribu, stok cabai merah pedagang besar tetap mampu habis terjual. Meskipun posisi persediaan cabai mengalami penurunan dalam rentang 25% hingga 35%. Akan tetapi di saat harga 70 hingga 80 ribu per Kg di level pengecer, permintan cabai ke pedagang besar anjlok yang memicu perang harga (turun) diantara pedagang besar,” ujar Gunawan.
Jadi, lanjutnya, penurunan harga cabai dalam dua hari belakangan dipicu oleh dua faktor besar utama. Yaitu anjloknya permintaan saat harganya naik, ditambah memang sisi supply atau persediaan mulai mengalami pemulihan setelah libur panjang Ramadhan. Sementara itu, sejumlah harga kebutuhan pangan strategis lainnya terpantau masih cukup stabil dan sebagian masih bertahan mahal.
Harga Beras
Di sisi lain, kata Gunawan, pemerintah harus mewaspadai potensi kenaikan harga beras dalam waktu dekat. Di wilayah Sumut saat memasuki musim panen di bulan Februari harga gabah (GKP) sempat menyentuh 6.000 per Kg. Dua pekan lalu sempat naik di level 6.300 per Kg, dan di pekan ini naik lagi menjadi 6.600 per Kg nya.
“Artinya dari sisi bahan bakunya saja sudah terbilang mahal. Tentunya menjadi ancaman bagi kemungkinan kenaikan harga beras di masa yang akan datang,” sebut Gunawan.
Menurutnya, Bulog masih diharapkan mampu menjadi peredam kemungkinan kenaikan harga beras. Sejauh ini, beras memang masih terpantau stabil mahal harganya dalam rentang 13.500 hingga 16 ribu per Kg.
Demikian juga sejumlah kebutuhan lain yang bertahan mahal. Harga daging ayam yang stabil mahal dalam rentang 35 hingga 40 ribu, telur ayam bertahan mahal dikisaran 1.800 hingga 2.000 per butir, minyak goreng curah ada di kisaran 16 ribu hingga 17 ribu per Kg, gula pasir berada dikisaran 17 hingga 18 ribu per Kg.
Sementara harga bawang merah dan bawang putih terpantau bertahan mahal dalam rentang 35 hingga 40 ribu per Kg. Daging sapi relatif tidak mengalami perubahan di kisaran 120 hingga 135 ribu per Kg. Dan harga tomat mengalami kenaikan yang cukup tajam mendekati 30 ribu per Kg. Sejauh ini tomat ditransaksikan di kisaran harga 25 hingga 27 ribu per Kg. Walaupun ada beberapa jenis tomat yang lebih murah dengan kualitas yang lebih rendah. (R)





