MEDAN, Index Sumut – Perum BULOG Kanwil Sumut melakukan pengecekan ke lokasi panen petani atas pemberitaan sebelumnya di media bahwa terdapat Gabah Kering Panen (GKP) dari petani yang dijual ke Bulog Kanwil Sumut di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) sesuai ketentuan yaitu sebesar Rp6.500/kg di tingkat petani.

Pengecekan dilakukan langsung oleh Pemimpin Cabang Bulog Medan Rafki Ismael, bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai dan didampingi Babinsa Kecamatan Tanjung Beringin. Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Hasil Sembiring, Staf Ahli Menteri Pertanian RI.

Konfirmasi dilakukan mengingat saat ini sedang masuk masa panen raya padi di wilayah Sumut, sehingga dikhawatirkan menyebar dan menjadi isu yang berkembang tidak baik. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa petani di Serdang Bedagai dengan nama Zulpan (35 tahun) warga Tanjung Beringin, telah menjual dengan harga Rp6.250/kg atau lebih rendah dari ketentuan Pemerintah.

Dalam keterangan yang diberikan kepada media, bahwa Bulog Cabang Medan selama ini telah membeli GKP dari petani sebesar Rp6.500/kg atau telah sesuai dengan ketentuan Pemerintah.

“Ketika kami cek, ternyata GKP yang diberitakan dengan harga Rp6.250/kg merupakan harga yang diterima petani setelah dikurangi dengan biaya karung, kuli angkut dari sawah dan biaya panen,” ujar Rafki.

“Padahal sebenarnya yang dimaksud GKP di tingkat petani sesuai ketentuan Pemerintah yaitu Gabah yang di panen dan dikemas dalam karung dan berada di pinggir jalan untuk diangkut. Karena namanya juga gabah kering panen, tentu saja adalah gabah yang telah dipanen,” tambah Rafki.

Lebih jauh, Budi Cahyanto selaku Pemimpin Wilayah Bulog Sumut menjelaskan bahwa Bulog merupakan operator pemerintah untuk memastikan bahwa HPP (Harga Pembelian Pemerintah) GKP merupakan harga minimal yang diterima petani.

“Sehingga harus dilaksanakan. Bulog di seluruh Indonesia membeli dengan mengacu pada harga itu Rp6.500/kg di tingkat petani,” ujar Budi.

Perum Bulog Kanwil Sumut sampai dengan hari ini telah menyerap GKP sebanyak 32.000 ton GKP hasil produksi Sumut.

“Hari ini kami kembali dapat menyerap GKP dari panen bulan Agustus 2025 sebesar 210 ton dan penyerapan masih terus berlangsung,” ujarnya.

Gabah yang diserap oleh Bulog Sumut nantinya akan dikerjasamakan pengolahan dengan mitra-mitra penggilingan padi yang tersebar di seluruh wilayah Sumut.

“Gabah ini akan kami olah menjadi beras dan akan kami simpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang dapat digunakan untuk kebutuhan Bantuan Pangan (Bapang), bantuan bencana alam, dan juga untuk SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) seperti yang sedang kami laksanakan hari ini,” ujar Budi. (R)

Share: