MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian di Medan menggelar Workshop Optimalisasi Outcome-Based Education (OBE), Digitalisasi, dan Science, Technology, and Mathematics (STeM) dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di lingkungan Kementan. Kegiatan yang dihadiri 45 orang peserta ini berlangsung selama dua hari sejak tanggal 29-30 Agustus 2025 di Polbangtan Medan.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan OBE, digitalisasi, dan STeM dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan lulusan Polbangtan dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

“Pendidikan vokasi yang berkualitas dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di lingkungan Kementan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Polbangtan Medan menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu upaya Polbangtan Medan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan meningkatkan daya saing lulusan.

“Dengan mengoptimalkan OBE, digitalisasi, dan STeM, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja,” ujarnya.

Nurliana mengatakan bahwa ada ketentuan-ketentuan yang harus Polbangtan Medan capai. Pembelajaran di Polbangtan Medan menerapkan metode pembelajaran Teaching Factory dan Metode DuDi dimana perusahaan terlibat dalam proses pembelajaran baik dalam penyedia tempat magang mahasiswa atau penyedia dosen tidak tetap/praktisi.

Workshop ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidang OBE, digitalisasi, dan STeM, yaitu Feri Kusnadra memberikan pehaman terkait implementasi OBE pada metode pembelajaran pemndidikan vokasi. Narasumber kedua, Edu Wahyu Sri Mulyono menyampaikan materi tentang metode dan implementasi STeM pada sistem pembelajaran berbasis OBE. Narasumber selanjutnya, Sriadhi memberikan pemahaman terkait pemanfaatan digitalisasi, AI, LMS dan E-learning pada sistem pembelajaran berbasis OBE.

Narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Tidak hanya itu, selama workshop berlangsung dilakukan penetapan dosen pengampu matakuliah pada 3 program studi yaitu Penyuluh Pertanian Berkelanjutan, Penyuluh Perkebunan Presisi dan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan. Setiap dosen pengampu mampu menyususn RPS dan SOP pembelajaran dengan pendekatan STeM. Pada workshop juga disosialisikan aplikasi sipotan, hasil EPBM dan kepuasan mahasiswa.

Dengan kegiatan ini, Polbangtan Kementan menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja. Diharapkan workshop ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Polbangtan Kementan. (R)

Share: