MEDAN, Index Sumut – Perum Bulog kembali menyatakan kesiapan menyerap hasil panen petani berupa Gabah Kering Panen (GKP) dan Jagung Pipil Kering (JPK) sejak awal tahun 2026. Langkah ini melanjutkan peran Bulog sebagai operator pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan serapan hasil panen petani, sebagaimana sukses dilakukan pada tahun sebelumnya.
Pemerintah sendiri telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk GKP sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan maksimal Rp6.700 per kilogram di tingkat penggilingan. Dengan produksi padi yang tergolong besar, Sumatera Utara diharapkan mampu mengoptimalkan penyerapan hasil panen melalui Bulog Kantor Wilayah Sumut.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, memastikan kesiapan tersebut saat meninjau Gudang Bulog Jemadi, Medan, Jumat (16/1/2026).
“Pada prinsipnya Bulog di seluruh Indonesia telah siap kembali melakukan serapan hasil panen petani, termasuk gudang-gudang di wilayah Sumatera Utara,” ujar Prihasto.
Ia menjelaskan, sejumlah daerah di Indonesia saat ini sudah mulai memasuki masa panen padi, dengan puncak panen diperkirakan berlangsung pada Maret hingga Mei mendatang. Meski stok beras Bulog saat ini cukup besar dan tersebar di berbagai gudang, Bulog tetap berkomitmen menyerap gabah dan beras produksi petani.
“Stok Bulog memang banyak, tetapi tidak perlu khawatir. Kami tetap menyerap gabah dan beras petani sesuai penugasan pemerintah,” tegasnya.
Prihasto menambahkan, stok yang terserap nantinya akan dikelola sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti Bantuan Pangan (Banpang), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan pada kondisi bencana alam.
Selain beras, Bulog juga menyatakan kesiapan menyerap jagung produksi petani dalam negeri dalam bentuk Jagung Pipil Kering (JPK) untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).
“Sesuai ketentuan pemerintah, JPK dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram di depan gudang Bulog, dengan kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 ppb,” jelas Prihasto.
CJP tersebut nantinya akan disalurkan kepada peternak telur mandiri. Namun hingga kini, Bulog masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI untuk penyaluran jagung tersebut.
Sementara itu, Perum Bulog Kanwil Sumut saat ini telah memiliki stok jagung CJP sebanyak 1.550 ton hasil panen petani yang tersimpan di gudang-gudang Bulog dan siap disalurkan sewaktu-waktu apabila ada perintah dari pemerintah. (R)





