MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Uji Kompetensi Sertifikasi Pertanian Organik bagi 67 mahasiswa Semester VII Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan pada tanggal 11 hingga 14 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas lulusan dan meningkatkan daya saing mereka dalam mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan pentingnya sertifikasi ini dalam memperkuat ekosistem pertanian Indonesia.
“Pertanian organik adalah masa depan sektor pertanian kita. Melalui sertifikasi kompetensi yang sesuai standar nasional dan internasional, kita membentuk tenaga kerja yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa program sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pertanian.
“Kami berkomitmen untuk mendukung berbagai inisiatif yang dapat meningkatkan kapasitas generasi muda dalam mengelola pertanian secara berkelanjutan. Sertifikasi ini akan menjadi bukti kredibilitas yang diakui dunia usaha dan industri,” jelasnya.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan khusus bagi mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
“Dunia pekerjaan di masa depan semakin berat dan bersaing. Tanpa kemampuan khusus, adik-adik akan tereliminasi. Dengan kompetensi yang diakui ini, yakinlah kita akan terpilih dan dapat bersaing,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian saat ini.
“Kami yakin anak-anak ini kompeten. Pengakuan yang diberikan merupakan bukti kualitas adik-adik semua. Namun adik-adik tidak boleh puas dengan hasil hari ini. Selain kompetensi, mahasiswa harus memiliki moral dan literasi yang baik. Manfaatkan perpustakaan, gunakan teknologi sebagai sumber ilmu, dan bangun jejaring relasi yang baik. Anak Medan itu kambing di kandang sendiri, banteng di kandang orang – jadi adik-adik harus berani dan kuat,” tegasnya.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Unit TUK Polbangtan Medan, Firman Raydav Lamtorang Silalahi menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar.
“Kegiatan berjalan dengan baik. Diharapkan hasil yang akan diberikan merupakan hasil yang baik juga,” ujarnya.
Menurutnya, dari hasil evaluasi yang dilakukan, mahasiswa menunjukkan kemampuan penyuluhan yang sangat baik, namun ilmu teknis terkait beberapa aspek seperti aplikasi praktis pada komoditas tertentu masih perlu ditingkatkan.
“Hasil dari proses galeri informasi menunjukkan mahasiswa memiliki ilmu penyuluhan yang hebat, namun ilmu teknis tentang beberapa aspek pertanian khususnya terkait implementasi praktis masih perlu ditingkatkan lagi. Harapannya para mahasiswa dapat mengembangkan kembali ilmunya dan mengasah kemampuannya di kemudian hari,” tambahnya.
Asesor Afridah mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap kemampuan yang ditunjukkan para mahasiswa. “Sebagai bentuk kebanggaan dan apresiasi, kami merekomendasikan bahwa semua mahasiswa dinyatakan kompeten sebagai fasilitator organik tanaman. Kami berharap para lulusan dapat menyebarkan kebaikan di masyarakat,” katanya.
Seorang mahasiswa yang menjadi peserta, Muhammad Ipan Aprizal mengucapkan terima kasih atas ilmu yang diberikan selama kegiatan sertifikasi.
“Saya berharap kita dapat bertemu kembali dalam kondisi terbaik, dan saya juga berharap mudah-mudahan ilmu yang telah didapatkan dapat diaplikasikan di kehidupan bermasyarakat,” kata Ipan.
Kegiatan sertifikasi ini mencakup tahapan Konsultasi Pra Asesmen, Ujian Tulis, Wawancara, dan Unjuk Kerja yang meliputi berbagai kompetensi utama dalam pengelolaan pertanian organik, sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). (R)





