MEDAN, Index Sumut – Pergerakan pasar keuangan pada perdagangan hari ini cenderung melemah. Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah, sementara harga emas dunia mengalami koreksi terbatas di tengah dinamika ekonomi global.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis terbaru belum mampu memberikan dorongan positif bagi pasar keuangan global.

“Data initial jobless claims Amerika Serikat tercatat sebesar 213 ribu, sedikit lebih baik dari ekspektasi pasar yang berada di kisaran 215 ribu. Namun data tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan pasar saham,” ujarnya di Medan, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan, bursa saham di Amerika Serikat justru ditutup melemah pada perdagangan terakhir, termasuk indeks Dow Jones. Kondisi tersebut turut memengaruhi sentimen di kawasan Asia yang mayoritas juga mengalami pelemahan.

“Mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona merah. IHSG juga ikut terkoreksi dan ditutup melemah di level 7.699, seiring memburuknya sentimen pasar regional,” kata Gunawan.

Di dalam negeri, pelaku pasar juga menantikan rilis data neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan keluar pada perdagangan hari ini. Data tersebut dinilai dapat menjadi salah satu penentu arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Sementara itu, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Pada perdagangan hari ini, rupiah tercatat melemah dan diperdagangkan di kisaran Rp16.910 per dolar AS.

Menurut Gunawan, pelemahan rupiah tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global, khususnya akibat konflik geopolitik yang masih berlangsung.

“Perang yang masih berlanjut menjadi salah satu faktor yang menekan pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai peningkatan cadangan devisa Indonesia dapat menjadi faktor penyangga yang membantu meredam kekhawatiran pasar, terutama di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik juga menjaga harga emas tetap berada pada level tinggi. Saat ini harga emas dunia masih bertahan di atas level 5.100 dolar AS per ons troy, atau sekitar 5.131 dolar AS per ons troy.

Namun harga logam mulia tersebut mengalami koreksi terbatas setelah kenaikan harga minyak mentah berpotensi memicu inflasi, yang pada akhirnya memperkuat dolar AS serta membuka peluang penundaan pemangkasan suku bunga.

“Untuk pasar domestik, harga emas masih berada di kisaran Rp2,8 juta per gram dengan kecenderungan melemah tipis. Pergerakan emas ke depan akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik global yang masih berlangsung,” pungkasnya. (R)

Share: