JAKARTA, Index Sumut – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia di masa depan tidak akan lagi bergantung pada impor. Pemerintah menargetkan swasembada energi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam domestik.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi energi dari bahan baku dalam negeri seperti kelapa sawit, tebu, singkong, hingga jagung. Sumber daya tersebut dapat diolah menjadi energi alternatif yang mampu menggantikan ketergantungan terhadap minyak impor.
“Kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa sehingga kebutuhan BBM kita nanti tidak bergantung pada impor luar negeri, bahkan bisa dipenuhi dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu,” ujar Prabowo, melansir okezone.com, Rabu (11/3).
Ia menilai kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, potensi tersebut juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mempertahankan harga BBM bersubsidi meskipun harga minyak dunia sempat menembus US$100 per barel.
Prabowo menambahkan bahwa upaya menuju swasembada energi berjalan seiring dengan keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Bahkan, pemerintah menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras.
“Kita bersyukur bahwa swasembada energi hampir tercapai, dan kita sudah sampai pada swasembada beras,” katanya.
Presiden juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir menghadapi ketidakpastian global saat ini. Ia optimistis Indonesia mampu melewati berbagai tantangan ekonomi berkat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka, setiap hari kita temukan kekayaan-kekayaan baru. Kita mungkin akan mengalami kesulitan, tetapi saya yakin kita akan keluar dari situasi ini lebih kuat dan lebih mampu berdikari,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang dinilai berperan aktif mendukung berbagai program pemerintah pusat, termasuk dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Selain energi, Prabowo memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman meskipun dunia sedang menghadapi berbagai konflik dan krisis. Ia menyebut Indonesia saat ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras, tetapi juga menargetkan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan protein nasional.
“Dalam keadaan perang di mana-mana dan harga BBM yang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita sudah mencapai swasembada beras dan segera mampu memenuhi kebutuhan protein kita sendiri,” kata Prabowo. (okz)





