JAKARTA, Index Sumut – Pergerakan IHSG diperkirakan masih berada dalam tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian global dan memanasnya tensi geopolitik di kawasan Asia Barat. Pelaku pasar saat ini cenderung mengambil sikap wait and see sambil menantikan pengumuman komposisi indeks MSCI pada Mei 2026.

Melansir liputan6.com, Minggu (12/4), Kepala Investment Banking PT Semesta Indovest Sekuritas, Kerry Rusli, menilai tekanan terhadap pasar saham domestik masih cukup kuat, dipicu sentimen global yang belum stabil.

Menurutnya, investor saat ini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama menjelang kepastian terkait perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI yang kerap memengaruhi aliran dana asing ke pasar domestik.

“Pelaku pasar masih menunggu kepastian, terutama dari pengumuman MSCI. Ditambah lagi kondisi global yang belum kondusif,” ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Kerry menjelaskan, konflik geopolitik di Asia Barat turut memicu gejolak di pasar keuangan global, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia menilai stabilitas pasar berpotensi membaik apabila ketegangan geopolitik mulai mereda.

“Sambil melihat juga kondisi politik global, ekonomi, semua, mudah-mudahan juga akan selesai perangnya, supaya minat di masyarakat terhadap ekonominya juga bisa bergerak lagi dengan baik,” tambahnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pergerakan IHSG yang fluktuatif merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar. Dalam kondisi tersebut, peluang penguatan kembali atau rebound dinilai masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan dinamika yang ada, investor diimbau tetap mencermati perkembangan global dan domestik sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. (lip6)

Share: