MEDAN, Index Sumut – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (11/8), di level 7.610. Penguatan ini terjadi di tengah fokus pelaku pasar pada tenggat gencatan tarif dagang antara Amerika Serikat dan China yang akan berakhir pada 12 Agustus mendatang.

Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, pasar saham Asia, termasuk Indonesia, dibuka dengan sentimen positif.

“Mayoritas bursa Asia menguat pagi ini. IHSG juga berpeluang bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan, apalagi jika data penjualan ritel dan penjualan mobil domestik menunjukkan tren perbaikan,” ujar Gunawan.

Menurutnya, awal pekan ini pasar akan diramaikan dengan rilis sejumlah data ekonomi penting. Dari dalam negeri, data penjualan ritel dan penjualan mobil akan menjadi pembuka pekan, diikuti neraca perdagangan pada akhir pekan.

Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menunggu rilis data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) pada Kamis mendatang.

“Rangkaian data tersebut akan menjadi acuan bagi investor untuk menentukan strategi di sisa bulan ini,” tambahnya.

Di pasar global, imbal hasil US Treasury 10 tahun naik mendekati 4,3%, sementara indeks dolar AS relatif stabil. Rupiah pun menguat di kisaran Rp16.245 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu, dan diperkirakan bergerak di rentang Rp16.200–Rp16.270 sepanjang perdagangan hari ini.

Sementara itu, harga emas dunia terpantau melemah ke level US$3.376 per ons troy atau setara sekitar Rp1,77 juta per gram. Gunawan menilai penurunan harga emas dipicu kenaikan imbal hasil obligasi AS yang membuat investor beralih ke aset berisiko.

“Jika gencatan tarif AS–China diperpanjang, pasar akan merespons positif. Namun jika sebaliknya, kita bisa melihat gejolak harga dan volatilitas yang lebih tinggi di pasar keuangan,” pungkas Gunawan. (R)

Share: