MEDAN, Index Sumut – Menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pada perdagangan hari ini, pergerakan pasar keuangan nasional menunjukkan dinamika yang beragam.
Meskipun sebagian besar pelaku pasar memperkirakan BI akan tetap menahan suku bunga acuannya, kewaspadaan tetap tinggi karena adanya kemungkinan keputusan yang berbeda dari ekspektasi.
Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa kondisi ini membuat investor bersikap hati-hati, khususnya dalam merespons paparan BI terkait kinerja serta proyeksi perekonomian ke depan.
“Pasar saat ini cenderung menunggu kepastian dari BI. Jika sesuai ekspektasi, yakni mempertahankan suku bunga acuan, maka hal itu bisa menjadi katalis positif bagi rupiah. Terlebih jika di saat yang sama ada sinyal pemangkasan bunga acuan oleh The Fed,” ujar Benjamin di Medan, Rabu (17/9).
Pada sesi pembukaan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 7.964. Sementara bursa saham di Asia terpantau bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.
Di sisi lain, rupiah justru melemah ke level Rp16.430 per dolar AS. Menurut Benjamin, pelemahan ini masih dipengaruhi oleh faktor teknikal. “Volatilitas rupiah saat ini masih wajar. Ada peluang penguatan jika kebijakan BI sejalan dengan ekspektasi pasar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Benjamin menambahkan bahwa imbal hasil US Treasury dan pergerakan indeks dolar AS yang stagnan tidak banyak memberikan pengaruh terhadap kurs rupiah. Namun, ia menyoroti potensi tekanan dari derasnya aliran dana ke bank-bank Himbara.
“Tekanan akibat gelontoran likuiditas besar ke Himbara mungkin belum terlihat sekarang. Tapi dalam jangka menengah, kondisi ini bisa memicu kekhawatiran terhadap risiko inflasi dan dampaknya ke rupiah,” paparnya.
Meski demikian, Benjamin menilai dalam jangka pendek, banjir likuiditas justru bisa mendorong akselerasi ekonomi. “Namun tetap perlu diwaspadai risiko jangka panjang, terutama terkait kestabilan harga dan nilai tukar,” tegasnya.
Untuk perdagangan hari ini, Benjamin memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 7.900 hingga 8.000. Sementara rupiah berpotensi berada di rentang Rp16.400 hingga Rp16.480 per dolar AS.
Adapun harga emas dunia terpantau stabil cenderung melemah di level 3.680 dolar AS per troy ons, atau sekitar Rp1,95 juta per gram. (R)





