Index Sumut – Nilai impor Sumatera Utara pada September 2023 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$462,76 juta atau turun sebesar 4,10 persen dibandingkan Agustus 2023 yang sebesar US$482,53 juta. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan sebesar 12,37 persen.

“Dari total impor Sumatera Utara pada September 2023 sebesar US$462,76 juta, impor bahan baku/penolong memberikan peran terbesar, yaitu sebesar 83,07 persen dengan nilai US$384,41 juta, diikuti oleh impor barang konsumsi sebesar 9,83 persen (US$45,48 juta), dan impor barang modal sebesar 7,10 persen (US$32,86 juta),” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Nurul Hasanudin, kemarin.

Dia menyebutkan, nilai impor September 2023 dibanding Agustus 2023, barang modal turun sebesar 10,81 persen, bahan baku/penolong turun sebesar 0,29 persen, dan barang konsumsi turun 24,40 persen.

Impor Menurut Golongan Barang HS (Harmonized System Code) 2 Dijit, nilai impor terbesar September 2023 berasal dari golongan bahan bakar mineral sebesar US$140,83 juta, diikuti mesing-mesin/pesawat mekanik sebesar US$48,76 juta.

Dibandingkan Agustus 2023, nilai impor untuk sepuluh golongan barang (HS 2 dijit) pada September 2023 mengalami penurunan sebesar US$27,14 juta atau -7,58 persen sedangkan untuk golongan barang lainnya mengalami kenaikan sebesar US$7,37 juta (5,93%).

“Jika dibandingkan dengan Januari-September 2022, penurunan impor terjadi pada golongan ampas/sisa industri makanan sebesar US$72,18 juta (-16,08%) dan diikuti golongan bahan kimia anorganik sebesar US$63,52 juta (-26,70%),” ujarnya.

Kenaikan impor terbesar Januari-September 2023 terjadi pada golongan mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$84,06 juta (21,50%) diikuti oleh golongan gandum-ganduman sebesar US$55,32 juta (38,98%).

Selama Januari-September 2023, nilai impor untuk sepuluh golongan barang utama turun sebesar US$182,04 juta (-5,68%) dibanding periode yang sama tahun 2022, golongan barang lainnya juga turun sebesar US$214,27 juta (-14,43%).

“Peran impor untuk sepuluh golongan barang pada Januari-September 2023 mencapai 70,41 persen, dengan peran tertinggi berasal dari golongan bahan bakar mineral sebesar 20,98 persen diikuti golongan mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 11,07 persen dan ampas/sisa industri makanan sebesar 8,77 persen,” sebutnya.

Impor menurut negara asal utama, dari total nilai impor Sumatera Utara sebesar US$462,76 juta pada September 2023, sebesar US$154,23 juta (33,33%) berasal dari Asia di luar ASEAN, sebesar US$138,20 juta (29,86%) berasal dari ASEAN dan sisanya berasal dari kawasan lainnya.

Negara pemasok barang impor terbesar pada September 2023 adalah Tiongkok sebesar US$122,71 juta (26,52%), diikuti Malaysia sebesar US$64,00 juta (15,21%) dan Singapura sebesar US$52,72 juta (12,53%).

“Selama Januari–September 2023 kesepuluh negara asal utama memberikan peran sebesar 82,25 persen terhadap total nilai impor melalui Sumatera Utara sedangkan sisanya memberikan peran sebesar 17,75 persen berasal dari negara lainnya. Nilai impor dari 10 negara utama turun sebesar 7,75 persen dibandingkan Januari-September 2022,” pungkasnya. (R)

Share: