TANJUNG MORAWA, Index Sumut – Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara aparat keamanan dan organisasi kepemudaan. Polda Sumatera Utara menggelar buka puasa bersama pengurus dan pimpinan wilayah organisasi kepemudaan se-Sumatera Utara di Masjid Al-Hidayah Mapolda Sumut, Senin (23/2).
Kapolda Sumut, Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pendekatan spiritual sekaligus sosial kepada masyarakat.
“Buka puasa bersama ini tidak hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” ujarnya usai kegiatan.
Ia menegaskan, peran organisasi kepemudaan sangat strategis dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah. Menurutnya, sinergi yang kuat diperlukan untuk mencegah potensi konflik serta menangkal isu-isu yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami menilai pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah. Karena itu, kami mengundang seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di wilayah Sumatera Utara,” tegasnya.
Polda Sumut juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk GP Ansor, untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Sumut, Adlin Tambunan, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai buka puasa bersama menjadi ruang dialog yang konstruktif antara pemuda dan aparat penegak hukum dalam membangun kolaborasi positif.
“Kami mengapresiasi hubungan harmonis antara GP Ansor dan Polda Sumut yang telah terjalin selama ini. Sinergi ini diharapkan terus diperkuat melalui koordinasi berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan tausiyah serta pemberian santunan kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan, Ketua Alwashliyah Sumut Nurul Yakin Sitorus, para pimpinan pondok pesantren, perwakilan Pemuda Muhammadiyah Sumut, sejumlah pejabat utama Polda Sumut, serta masyarakat. (TK)





