MEDAN, Index Sumut – Gemuruh suara mesin sepeda motor dan mobil yang biasanya memenuhi jalanan Medan dan Surabaya sejenak berganti dengan tawa hangat dan denting sendok. Di tengah riuh rendah persiapan masyarakat menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, platform mobilitas global inDrive menggelar rangkaian acara buka puasa bersama (iftar) yang tak biasa.
Bagi inDrive, agenda yang diadakan pada Senin (16/3/2026) ini bukan sekadar seremoni pengisi kalender Ramadan. Lebih dari itu, momen ini menjadi panggung untuk mempererat urat nadi bisnis mereka, yakni para pengemudi.
Bertempat di dua kota besar, Medan dan Surabaya, acara ini menjadi wadah konsolidasi emosional antara perusahaan dan mitra yang setiap hari bertarung di aspal jalanan.
Dan ada yang berbeda dalam gelaran iftar kali ini. Sebelum azan magrib berkumandang, para pengemudi tidak hanya duduk menunggu takjil. Mereka disuguhi “menu utama” berupa sesi Safety Briefing.
Mengingat mobilitas masyarakat yang diprediksi melonjak tajam menjelang mudik Lebaran 2026, aspek keselamatan menjadi harga mati. Di Medan, inDrive menggandeng Polda Sumut untuk memberikan edukasi langsung.
AKP Nanang Kusumo hadir memberi arahan teknis mengenai kepatuhan lalu lintas dan kiat menjaga kenyamanan penumpang di tengah kemacetan musim mudik.
“Kami ingin memastikan para pengemudi dapat memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi pengguna, terutama selama periode Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat,” ujar Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia.
Solidaritas yang dibangun inDrive juga menyentuh aspek kesejahteraan. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para “pahlawan aspal”, inDrive membagikan paket sembako kepada para driver.
Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang lebaran, bantuan ini menjadi oase bagi para mitra. Rio Aristo menegaskan, para pengemudi adalah tulang punggung (backbone) dari ekosistem inDrive yang kini telah menjangkau lebih dari 1.000 kota di dunia.
Bagi inDrive, membantu driver mempersiapkan diri menyambut Idulfitri bersama keluarga adalah bagian dari misi besar menantang ketidakadilan sosial. Yakni melalui model harga yang adil.
Sebagai aplikasi mobilitas dengan jumlah unduhan terbanyak kedua di dunia, inDrive tidak ingin kehilangan sentuhan personalnya di tingkat lokal. Melalui kegiatan iftar ini, inDrive berusaha membuktikan bahwa di balik teknologi algoritma dan peta digital, ada komunitas manusia yang harus dirangkul.
Dengan komitmen memberikan dampak positif bagi satu miliar orang pada tahun 2030. Langkah-langkah kecil seperti edukasi keselamatan dan berbagi sembako di Medan serta Surabaya menjadi bukti nyata inDrive ingin tumbuh bersama komunitasnya, bukan sekadar menjadi penyedia layanan. (R)





