MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melaksanakan kegiatan panen raya di lahan pertanian Teaching Factory (Tefa) sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian yang ada di Medan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi antara dunia pendidikan vokasi pertanian dengan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian Indonesia.
Hal ini senada dengan pernyataan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang mengatakan, pendidikan pertanian memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Ke depan, sektor pertanian tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga inovator dan wirausahawan muda yang mampu mendorong kemajuan pertanian modern,” ujarnya.
Kepala BPPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti yang mengatakan, BPPSDMP berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pendidikan pertanian melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik, modernisasi sarana prasarana, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Dengan langkah ini, kita optimistis dapat melahirkan generasi petani milenial yang profesional dan berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, pihaknya menekankan pentingnya pembelajaran berbasis Teaching Factory, di mana peserta didik dapat belajar langsung melalui praktik di lapangan.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan, panen bersama ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa, tetapi juga merupakan upaya strategis dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung program swasembada pangan nasional.
Lahan sawah Polbangtan Medan yang digunakan dalam kegiatan ini memiliki luas 3,5 hektare. Panen mencapai hasil mencapai 6 ton per hektare.
“Hasil tersebut mencerminkan potensi produktivitas lahan sekaligus keberhasilan penerapan teknologi dan manajemen budidaya yang baik,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Medan terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan. (R)





