JAKARTA, Index Sumut – Kinerja impresif ditorehkan PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) sepanjang tahun buku 2025. Emiten distribusi alat kesehatan ini mencatat lonjakan laba bersih lebih dari 350% menjadi Rp13,5 miliar, menjadikannya salah satu pertumbuhan paling agresif di sektornya.

Kinerja gemilang tersebut ditopang oleh ekspansi bisnis yang konsisten serta strategi efisiensi operasional yang efektif. Tak hanya laba, pendapatan perseroan juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 35% menjadi Rp199 miliar, dibandingkan Rp147,6 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, laba usaha LABS melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp21,5 miliar dari Rp9,8 miliar pada 2024. Lonjakan ini berdampak langsung pada laba bersih yang meroket dari Rp2,95 miliar menjadi Rp13,5 miliar.

Direktur Utama PT UBC Medical Indonesia Tbk, F.X. Yoshua Raintjung, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil konsistensi manajemen dalam menjalankan strategi yang terukur.

“Kinerja positif ini menunjukkan komitmen kami dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. Kami optimistis momentum ini berlanjut ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Dari sisi neraca, fundamental perusahaan juga semakin solid. Total aset meningkat menjadi Rp228 miliar pada akhir 2025 dari Rp203,5 miliar di tahun sebelumnya. Sementara itu, ekuitas naik menjadi Rp152,5 miliar, didorong oleh akumulasi laba ditahan dan penguatan struktur permodalan.

Arus kas operasional pun mencatatkan angka positif sebesar Rp22,9 miliar, mencerminkan kualitas pendapatan yang terjaga serta pengelolaan modal kerja yang efisien.

Meski demikian, pergerakan saham LABS terpantau masih terbatas. Pada perdagangan Senin (30/3/2026), saham LABS naik tipis 1,32% ke level Rp154. Namun volume transaksi relatif sepi, dengan 657 ribu saham diperdagangkan dalam 317 kali transaksi senilai Rp100,35 juta.

Memasuki perdagangan Selasa pagi, saham LABS dibuka stagnan. Hingga pukul 09.03 WIB, tercatat hanya 45 ribu saham yang berpindah tangan dengan frekuensi 14 kali dan nilai transaksi Rp7,05 juta.

Ke depan, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Mulai dari inovasi produk, perluasan jaringan distribusi, penguatan kemitraan bisnis, hingga pengelolaan keuangan yang lebih prudent.

Manajemen meyakini, meningkatnya kebutuhan alat kesehatan akan menjadi katalis utama yang mendorong kinerja LABS terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang. (inv)

Share: