Analisis Gunawan Benjamin

Index Sumut – Kinerja sejumlah bursa saham di Asia maupun di Amerika ditutup di zona hijau. Kinerja pasar keuangan di akhir pekan diproyeksikan akan ditutup di zona hijau.

IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan tren penguatan di atas 7.000 walaupun tetap menyisakan potensi koreksi di bawah level 7.000.

Jika melihat kinerja sejumlah indeks bursa di Asia yang bergerak mixed dengan kecenderungan naik, maka IHSG berpeluang untuk bergerak menguat mendekati level 7.030 – 7.050 di akhir pekan.

Sementara itu, pada perdagangan pagi ini, rupiah ditransaksikan melemah di kisaran level 15.560 per US Dolar.

Sementara itu, kalau melihat imbal hasil US Treasury 10 tahun yang berada di kisaran 4.4%-an, maka mata uang rupiah memiliki potensi untuk bergerak stabil dengan kecenderungan menguat.

Kinerja mata uang rupiah diproyeksikan masih akan menguat seiring dengan melemahnya imbal hasil US Treasury belakangan ini. Ditambah dengan melandainya laju tekanan inflasi, diiringi dengan siklus kenaikan bunga acuan yang diproyeksikan berhenti.

Secara keseluruhan rupiah masih berpeluang untuk menguji level psikologis 15.500 dalam jangka pendek.

Jika mengacu kepada rilis data ekonomi pada hari ini. Tidak ada agenda ekonomi besar yang akan mempengaruhi kinerja pasar keuangan. Sehingga lagi-lagi pasar keuangan akan lebih banyak dipengaruhi oleh sisi teknikal. Dan secara keseluruhan selama sepekan ini sejumlah sentimen fundamental masih sangat mendukung kinerja pasar keuangan untuk berada di teritori hijau.

Di sisi lain, harga emas dunia terpantau mengalami pergerakan yang cukup stabil di kisaran level $1.994 per ons troy.

Harga emas di akhir pekan diproyeksikan juga akan mengalami kesulitan untuk menguat lebih jauh.

Potensi untuk menguat dalam jangka pendek masih ada, meskipun masih belum akan mampu membawa harga emas ditutup di atas $2.000 per ons troy di akhir pekan ini.

Share: