TAPANULI TENGAH, Index Sumut – Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan turut terlibat dalam pendataan dan koordinasi dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Keterlibatan ini juga terlihat ketika Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah yang turun koordinasi bersama penyuluh dan masyarakat dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya terpadu dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian, infrastruktur pendukung, serta kondisi sosial masyarakat terdampak bencana. Kunjungan lapangan melibatkan perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga mahasiswa pendamping lapangan dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan.

Ini searah dengan pernyataan dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang mengatakan rekonstruksi pascabencana bukan hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memulihkan harapan dan kehidupan masyarakat. Kementerian Pertanian berkomitmen mempercepat rehabilitasi lahan pertanian, jaringan irigasi, serta sarana produksi agar petani dapat kembali beraktivitas dan ketahanan pangan tetap terjaga.

“Dengan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, dan masyarakat, kita optimistis sektor pertanian mampu bangkit lebih kuat dan tangguh menghadapi bencana di masa depan,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala BPPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam membantu pendataan rekonstruksi pascabencana alam merupakan bentuk nyata pengabdian generasi muda pertanian kepada masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana melalui pengumpulan data yang akurat dan terukur,” ujarnya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin yang mengatakan, mahasiswa memiliki semangat, kemampuan, dan kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari pembelajaran nyata sekaligus kontribusi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan.

Perwakilan Kementerian Pertanian, Dede Sulayman menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi pascabencana membutuhkan kolaborasi kuat lintas sektor agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal, khususnya di sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Kementerian Pertanian bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan pemulihan lahan dan sarana pertanian berjalan cepat, sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat kembali pulih dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan seluruh pihak yang hadir dalam penanganan dampak bencana di wilayahnya.

“Kehadiran pemerintah pusat, TNI, penyuluh, akademisi, dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam mempercepat proses pemulihan di Tapanuli Tengah. Sinergi ini sangat penting agar rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam membantu pendataan rekonstruksi pascabencana merupakan bentuk nyata pengabdian generasi muda terhadap masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu proses identifikasi kebutuhan, pendataan kerusakan, hingga mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memahami kondisi riil di lapangan sekaligus mengasah kepedulian sosial, kemampuan analisis, dan kerja kolaboratif. Kami berharap kontribusi mahasiswa dapat membantu pemerintah daerah dalam menyusun data yang akurat untuk percepatan rekonstruksi pascabencana,” ujar Direktur Polbangtan.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana di Kecamatan Tukka. Tim juga mengidentifikasi kerusakan sarana dan prasarana pertanian, termasuk kondisi lahan pertanian masyarakat yang terdampak.
Selain itu, dilaksanakan koordinasi percepatan rehabilitasi infrastruktur pendukung pertanian dan masyarakat, sekaligus penyerapan aspirasi, masukan, serta kebutuhan lapangan dari petani dan pihak terkait.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Medan sebagai pendamping kegiatan lapangan, yakni Zakiah dan Mutia Syahwari, yang mendukung proses pendataan serta koordinasi bersama penyuluh dan masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan demi mendukung pemulihan kehidupan masyarakat serta keberlangsungan sektor pertanian daerah.(R)

Share: