MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melaksanakan kegiatan Surveillance Audit terhadap penerapan ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan dan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan Selasa (2/6/2026) hingga Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga keberlanjutan sertifikasi yang telah diperoleh serta memastikan implementasi standar internasional berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Ini searah dengan pernyataan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang mengatakan, pelaksanaan surveillance audit ISO merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa sistem manajemen mutu yang telah diterapkan berjalan secara konsisten, efektif, dan berkelanjutan.
Begitu juga yang disampaikan oleh Kepala BPPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan, surveillance Audit ISO merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa sistem manajemen mutu yang telah diterapkan di lingkungan BPPSDMP Pertanian berjalan secara konsisten, efektif, dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan sekadar proses evaluasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang perbaikan serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kualitas pelayanan dan kepuasan pemangku kepentingan,” ujarya.
Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin yang mengatakan, melalui surveillance audit, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga standar mutu organisasi, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta memastikan seluruh proses pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia pertanian dilaksanakan sesuai dengan standar internasional.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan, sebagai persyaratan sertifikasi, dilakukan kegiatan surveillance setiap tahun sebagai bentuk evaluasi eksternal terhadap efektivitas penerapan kedua standar tersebut. Sertifikasi ulang dijadwalkan akan dilaksanakan pada tahun 2028.
“Pelaksanaan surveillance audit menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan sesuai dengan standar mutu dan prinsip tata kelola yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penerapan ISO 21001:2018 menjadi landasan bagi Polbangtan Medan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkesinambungan.
“ISO 21001:2018 merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, memastikan kepuasan mahasiswa dan para pemangku kepentingan, serta memperkuat budaya perbaikan berkelanjutan dalam setiap proses akademik maupun nonakademik. Standar ini membantu organisasi pendidikan meningkatkan kualitas layanan pembelajaran, efektivitas organisasi, serta kepuasan peserta didik dan stakeholder,” tambahnya.
Saat ini Polbangtan Medan telah meraih Akreditasi Institusi Baik Sekali, serta seluruh program studi yang dimiliki juga memperoleh predikat Akreditasi Baik Sekali. Keberhasilan mempertahankan sertifikasi ISO menjadi nilai tambah yang semakin memperkuat pengakuan terhadap kinerja Polbangtan Medan, khususnya dalam aspek manajemen pendidikan dan sistem pencegahan penyuapan.
“Sebagai bentuk kesiapan menghadapi surveillance audit, seluruh unit kerja telah menindaklanjuti berbagai temuan dan rekomendasi hasil audit sebelumnya. Berbagai bukti tindak lanjut (evidence) telah dihimpun dan didokumentasikan secara sistematis untuk mendukung proses verifikasi auditor,” tambahnya.
Ke depan, Polbangtan Medan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan standar tata kelola institusi melalui pengembangan sertifikasi lainnya, termasuk sertifikasi laboratorium dan sertifikasi keamanan informasi guna mendukung pelayanan pendidikan yang semakin profesional, terpercaya, dan berdaya saing global.
Melalui pelaksanaan surveillance audit ini, Polbangtan Medan berharap dapat mempertahankan keberlanjutan sertifikat ISO 21001:2018 dan ISO 37001:2016 serta terus mewujudkan budaya mutu dan integritas dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. (R)





