MEDAN, Index Sumut – Gangguan listrik yang dirasakan masyarakat di sejumlah daerah di Sumatera Utara pada Kamis (4/6) malam disebabkan kerusakan parah pada jaringan transmisi tegangan tinggi milik PT PLN (Persero). Sebanyak 12 tower transmisi mengalami roboh dan bengkok akibat diterjang cuaca ekstrem.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.03 WIB itu melanda dua jalur transmisi utama, yakni SUTET 275 kV Galang–Simangkuk dan SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan. Akibatnya, aliran listrik di beberapa wilayah terganggu dan memaksa PLN melakukan manuver sistem untuk menjaga kestabilan pasokan listrik.
Di jalur Galang–Simangkuk, tiga tower transmisi yakni T18, T19, dan T20 dilaporkan roboh, sementara dua tower lainnya mengalami kerusakan. Sementara pada jalur Tebing Tinggi–Sei Rotan, enam tower roboh dan satu tower mengalami bengkok.
Kerusakan pada jaringan transmisi tersebut menjadi penyebab utama terganggunya distribusi listrik ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Meski demikian, PLN bergerak cepat melakukan pengalihan pasokan dan pemulihan sistem sehingga listrik dapat kembali menyala secara bertahap pada dini hari.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Darma Saputra mengatakan, cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang menyebabkan kerusakan infrastruktur kelistrikan tersebut.
“Tim PLN langsung bergerak melakukan penanganan darurat dan saat ini fokus pada percepatan pemulihan jaringan transmisi yang terdampak,” ujarnya.
Saat ini PLN tengah memasang Tower Emergency (TE) dan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
Selama proses perbaikan berlangsung, perusahaan juga melakukan manajemen beban untuk menjaga keandalan sistem dan mengurangi risiko gangguan yang lebih luas.
Peristiwa ini menjadi salah satu insiden kerusakan transmisi terbesar di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir. PLN memastikan upaya pemulihan terus dilakukan agar sistem kelistrikan kembali normal dan andal bagi masyarakat. (R)





