JAKARTA, Index Sumut – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai menimbulkan kekhawatiran di industri otomotif. Jaringan dealer Toyota terbesar di Indonesia, Auto2000, mengakui tekanan kurs berpotensi mendorong kenaikan harga mobil baru hingga suku cadang dalam waktu dekat.

Per Jumat (5/6/2026), nilai tukar rupiah tercatat menembus level Rp18.000 per dolar AS, menjadi salah satu titik terlemah dalam sejarah. Sejak Oktober 2024, atau sejak Presiden dilantik, dolar AS tercatat menguat sekitar 17,5 persen terhadap rupiah.

Kondisi tersebut mulai memberikan tekanan terhadap biaya produksi dan distribusi industri otomotif yang masih bergantung pada komponen impor maupun bahan baku yang menggunakan mata uang dolar.

CEO Auto2000, Anton Jimmy mengatakan, pihaknya saat ini masih berupaya mempertahankan harga jual kendaraan meskipun berbagai tekanan biaya terus meningkat.

“Jadi pricing kami itu menyesuaikan lagi dengan lapangan dan market,” kata Anton Jimmy di dealer Auto2000 GR Garage PIK, Kamis (4/6).

Menurut Anton, tekanan terhadap harga kendaraan tidak hanya berasal dari pelemahan rupiah, tetapi juga dipengaruhi situasi geopolitik global dan kenaikan harga bahan baku seperti plastik yang digunakan dalam industri otomotif.

Meski belum melakukan penyesuaian harga, Auto2000 mengisyaratkan bahwa ruang untuk menahan kenaikan harga semakin terbatas jika kurs dolar terus menguat.

Karena itu, Anton menyarankan masyarakat yang sudah memiliki rencana membeli kendaraan agar memanfaatkan kondisi saat ini ketika harga mobil masih relatif stabil.

“Imbauan kami mumpung harga penyesuaian belum maksimal, jadi ini kesempatannya baik kalau mau beli mobil beli sekarang,” kata Anton.

Ia mengaku belum dapat memastikan sampai kapan harga kendaraan dapat dipertahankan di tengah gejolak nilai tukar yang terus berlangsung.

Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pelemahan rupiah hampir selalu diikuti oleh kenaikan harga kendaraan dan suku cadang.

“Karena kalau dolar naik, historinya harga mobil akan naik, ya sekarang mumpung harga mobil belum naik, harga suku cadang belum naik ini kesempatan yang baik minimal di bulan ini. Untuk servis atau beli mobil. Saya rasa ini waktu yang tepat,” kata Anton.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bagi konsumen bahwa industri otomotif mulai menghadapi tekanan biaya yang lebih besar. Jika tren pelemahan rupiah berlanjut, harga mobil baru dan biaya perawatan kendaraan berpotensi ikut terkerek dalam beberapa waktu mendatang. (cnni)

Share: