MEDAN, Index Sumut – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan sukses menyelenggarakan kuliah umum dengan mengusung dua tema strategis: “Literasi Hukum dalam Membentuk Karakter dan Profesionalisme Mahasiswa” serta “Membangun Karakter Mahasiswa yang Berdisiplin, Beretika, dan Bertanggung Jawab dalam Kehidupan Kampus”, Senin, 8 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh 346 mahasiswa, terdiri dari 114 orang hadir langsung di kampus dan 232 lainnya mengikuti secara daring karena sedang melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa Pertanian modern tidak hanya butuh tenaga terampil, tetapi juga insan yang berintegritas.
“Membangun karakter dan memahami hukum adalah bekal penting agar lulusan pertanian dapat berkontribusi secara amanah dan profesional dalam memajukan ketahanan pangan nasional,” Mentan Andi.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, jika pembentukan karakter dan literasi hukum harus menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan tinggi pertanian.
“Hal ini penting agar generasi muda pertanian mampu bersaing secara global namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur dan aturan yang berlaku,” kata Arsanti.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menegaskan bahwa Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi harus terus berinovasi.
“Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kami tidak hanya mencetak ahli teknis, tetapi juga pemimpin masa depan yang memahami hak dan kewajibannya, serta sadar akan konsekuensi dari setiap tindakan,” kata Amin.

Kuliah umum dibuka secara resmi oleh Direktur Polbangtan Medan, Dr. Nurliana Harahap. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan yang tegas dan penuh makna.
“Lebih baik makan singkong nyata daripada makan keju tapi hayalan,” kata Nurliana.
Ia menambahkan bahwa selama tahun ajaran 2025/2026, mahasiswa Polbangtan Medan telah mendapatkan berbagai wawasan dari narasumber dalam maupun luar negeri.
“Kita harus pintar di abad ke-21. Jika dulu abad ke-20 menekankan pada kecerdasan intelektual, maka abad ini menuntut generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia,” katanya lagi.
Ada tiga perjuangan besar yang pernah dikatakan Presiden Pertama, Soekarno yang harus kita pahami yaitu merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan yang paling krusial saat ini adalah membangun karakter.
Lebih lanjut, beliau menekankan kepada mahasiswa pentingnya tiga pilar utama agar sukses yaitu membangun karakter, membangun jejaring, dan membangun literasi. Hal ini sejalan dengan lima kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa: komunikasi yang baik, kreativitas tinggi, kompetensi di bidangnya, kemampuan berpikir kritis, dan sikap mawas diri.
Kuliah umum berlangsung dalam dua sesi yang disampaikan oleh narasumber berkompeten yaitu sesi pertama membahas literasi Hukum yang disampaikan oleh Yuli Rosdiana Sitorus, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara. Beliau menjelaskan bahwa memahami hukum bukan hanya kewajiban, melainkan kebutuhan.
“Literasi hukum membantu mahasiswa membedakan mana yang benar dan salah, serta melindungi diri dari tindakan yang merugikan. Di era digital dan persaingan bebas seperti sekarang, pemahaman hukum menjadi tameng sekaligus pedoman agar setiap langkah yang diambil tetap berada di jalur yang benar,” kata Yuli.
Sesi Kedua membahas Pembentukan Karakter yang disampaikan oleh Yasmirnah Mandasari Saragih, Guru Besar Hukum Pidana Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta / Ketua Umum APDHI Sumut. Beliau memaparkan bahwa karakter terbentuk melalui kebiasaan dan kesadaran diri.
“Disiplin bukan hanya soal patuh pada aturan, tetapi melatih diri untuk bertanggung jawab. Mahasiswa yang beretika akan menjunjung tinggi kejujuran akademik, menghormati sesama, dan siap menjadi agen perubahan. Krisis karakter saat ini bisa diatasi jika pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan otak, tetapi juga kecerdasan hati,” kata Yasmirah.
Beliau juga menguraikan sembilan pilar karakter utama yang harus dimiliki mahasiswa, mulai dari cinta Tuhan, kemandirian, kejujuran, hingga rasa toleransi dan gotong royong.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat. Pihak panitia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen Polbangtan Medan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan wawasan hukum yang luas.
“Diharapkan anak muda hari ini lebih update literasi hukumnya. Bekal ini akan menjadi modal berharga saat mereka terjun ke dunia kerja maupun bermasyarakat nanti,” pungkas Nurliana Harahap. (R)





