Index Sumut – Harga daging ayam di Kota Medan anjlok pada perdagangan awal pekan ini, Senin (27/11/2023).
Jika mengacu kepada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam di awal pekan ini anjlok Rp2.200 per Kg nya di Kota Medan. Dimana rata-rata harga daging ayam di Kota Medan dijual dikisaran 25.300 per Kg.
“Ditambah lagi temuan saya di pasar harga daging ayam ada yang dijual di harga Rp20 ribu per Kg nya. Penurunan harga daging ayam ini menjadi pukulan bagi para peternak,” ujar Ketua Tim Pemantau Harga Pangan di Sumut, Gunawan Benjamin.
Menurut Gunawan, penurunan harga daging ayam saat ini dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, ditemukan bahwa peternak cenderung menahan panen ayamnya. Terlihat bobot ayam yang lebih besar dari biasanya. Sehingga memicu terjadinya penurunan harga.
Kedua, harga ikan segar juga mengalami penurunan. Dari pantauan, salah satu ikan segar yang sebelumnya dijual di kisaran 33 hingga 35 ribu per Kg sebelumnya, saat ini harga ikan tersebut berada di kisaran 28 ribu per Kg nya. Sehingga ada persaingan harga di sini.
“Jadi masalah mendasarnya adalah kemungkinan terjadinya oversupply, dimana pasokan daging ayam melimpah sementara demand atau permintaannya berkurang atau bergeser ke komoditas lainnya. Dan dari hasil survey di lapangan, penurunan harga daging ayam yang murah saat ini menjadi kabar buruk bagi peternak,” ujarnya.
Dia menyebutkam, peternak akan mengurangi belanjanya yang diproyeksi akan menjadi pemicu kemungkinan kenaikan harga daging ayam yang signifikan menjelang Nataru 2023.
Jika mengacu kepada mekanisme pasar, lanjut Gunawan, sebenarnya di saat harga murah peternak mengurangi pasokan ayam indukan, ini sebenarnya wajar terjadi.
“Yang penting peternak tidak melakukan upaya secara bersama-sama dan bersepakat untuk memotong jumlah ayam indukan tersebut. Mengingat kejadian di beberapa tahun yang lalu dimana KPPU membuktikan terjadinya kartel cutting doc,” sebutnya.
Menurutnya, solusi untuk masalah oversupply ini seharusnya ditempuh dengan cara hilirisasi untuk mencegah terjadinya penurunan harga daging ayam. Menyerap produksi yang berlebihan dengan menyediakan cold storage.
“Hanya saja masyarakat belum dibiasakan untuk membeli daging ayam beku, sehingga penurunan harga saat ini, justru menjadi pukulan bagi konsumen di masa yang akan datang. Artinya harga daging ayam murah saat ini justru menebar ancaman kemungkinan kenaikan di masa yang akan datang terlebih saat menjelang Nataru nanti,” pungkasnya. (R)





