MEDAN, Index Sumut – Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat ekonomi Sumut pada triwulan II-2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan (year on year/yoy), didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, konsumsi masyarakat, hingga sektor akomodasi dan makan minum.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

“Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II-2026 mencapai 5,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seluruh komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan, yang menunjukkan daya tahan ekonomi daerah masih cukup baik,” ujar Asim.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi yang tumbuh paling tinggi, yakni 17,43 persen. Sementara sektor-sektor utama penopang ekonomi Sumut juga mencatatkan pertumbuhan positif, yakni Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 10,06 persen, Konstruksi sebesar 6,78 persen, Industri Pengolahan sebesar 1,96 persen, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 1,10 persen.

Meski pertumbuhannya tidak tertinggi, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian Sumatera Utara dengan kontribusi 24,45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Disusul sektor perdagangan sebesar 19,99 persen, industri pengolahan 18,19 persen, dan konstruksi 12,21 persen. Keempat sektor tersebut menyumbang 74,84 persen terhadap total perekonomian Sumut.

Secara triwulanan (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Sumatera Utara juga tumbuh 3,04 persen dibandingkan triwulan I-2026. Pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas yang meningkat 12,32 persen, diikuti sektor pertanian yang tumbuh 5,55 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan triwulanan terutama ditopang oleh meningkatnya Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang melonjak 14,82 persen, seiring percepatan realisasi belanja pemerintah. Selain itu, ekspor barang dan jasa tumbuh 4,61 persen, konsumsi rumah tangga meningkat 2,88 persen, serta investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) naik 2,68 persen.

Asim menambahkan, struktur pengeluaran Sumut masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 50,54 persen, disusul ekspor barang dan jasa sebesar 41,24 persen, serta investasi sebesar 27,10 persen.

Secara kumulatif, ekonomi Sumatera Utara pada Semester I-2026 tumbuh 5,02 persen dibandingkan Semester I-2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh seluruh komponen pengeluaran, terutama konsumsi pemerintah yang meningkat 12,10 persen, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 8,62 persen, konsumsi rumah tangga 5,07 persen, ekspor 5,03 persen, dan investasi 4,53 persen.

Dalam lingkup Pulau Sumatera, Sumatera Utara masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian regional dengan pangsa 23,37 persen, sedikit di atas Provinsi Riau yang berkontribusi 23,33 persen. Namun dari sisi laju pertumbuhan ekonomi, Sumatera Utara berada di peringkat kelima di Pulau Sumatera dengan pertumbuhan 5,06 persen, di bawah Kepulauan Riau (6,99 persen), Lampung (5,29 persen), Sumatera Selatan (5,20 persen), dan Bengkulu (5,11 persen). (R)

Share: