MEDAN, Index Sumut – Musim panen padi di Sumut akan dimulai pada akhir bulan Agustus, sehingga saat ini terdapat potensi penurunan pasokan beras ke pasar. Hal ini berpotensi terhadap harga beras akan mengalami kenaikan.
Untuk itu, Bulog Sumut telah mengantisipasi hal ini dengan terus gencarkan pasokan beras SPHP, baik ke pasar pasar tradisional, maupun melalui penjualan langsung di Kantor dan Gudang Bulog serta Gerakan Pangan Murah kerjasama dengan TNI/POLRI dan Pemda dalam upaya meredam potensi kenaikan harga beras.
“Memang terdapat potensi penurunan pasokan beras ke pasar, mengingat saat ini musim panen gadu baru mulai berlangsung sehingga volume panen belum mencapai puncaknya. Jadi kami perbanyak titik pendistribusian beras SPHP,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8).
Dia menyebutkan, peningkatan distribusi beras SPHP oleh Bulog Sumut dilaksanakan menyeluruh di wilayah Kabupaten dan Kota se Sumatera Utara. Budi menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras Bulog dalam kondisi cukup.
“Distribusi terus kami tambah, dari sebelumnya 300 ton per hari, menjadi 450 ton per hari. Masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP di pasar pasar terdekat, warung sembako RPK, outlet di depan Kantor dan gudang Bulog, dan melalui GPM (Gerakan Pangan Murah) kerjasama dg TNI/POLRI dan Pemda setempat,” kata Budi.
Budi juga menyampaikan bahwa beras SPHP ini tersedia juga di Indomaret dan ritel modern lainnya. Harga eceran beras juga terjangkau maksimal Rp13.100/kg atau Rp65.500/sak 5kg sesuai ketentuan Pemerintah.
Perkuat Pasokan Beras Premium
Selain beras SPHP, Bulog Sumut juga berupaya menyediakan beras premium di ritel modern baik dari pasokan Bulog maupun kerjasama dengan pemasok lain. Hal ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan beras premium untuk masyarakat.
“Kami telah bekerjasama dengan beberapa penggilingan padi (kilang) untuk memasok beras premiun ke ritel modern seperti Berastagi Supermarket. Kami juga akan terus meningkatkan jumlah kerjasama ini sehingga beras premium dapat tersedia di semua ritel modern,” imbuh Budi.
Budi juga memastikan bahwa beras premium yang dijual di ritel modern ini telah sesuai ketentuan Pemerintah yaitu maksimal Rp15.400/kg atau Rp77.000/sak 5kg.
“Bulog mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, baik dalam hal penyediaan beras SPHP maupun upaya memperkuat pasokan beras premium ke pasar, sebagai upaya bersama dalam penyediaan beras kepada masyarakat dan juga upaya strategis dalam pengendalian inflasi,” tutup Budi. (R)





