Index Sumut – IHSG masih melanjutkan tren penguatan, bahkan sempat menguat di atas level 7.100. IHSG bergerak seirama dengan sejumlah bursa di Asia, yang pada awal sesi perdagangan sempat terpuruk namun berbalik menguat menjelang sesi penutupan.

Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, data manufaktur China yang terkontraksi memang memberikan tekanan di awal perdagangan. Namun kejutan datang dari AS, dimana ekonomi AS mampu tumbuh melampaui ekspektasi sebesar 5.2% di kuartal ketiga.

“Data tersebut merupakan data estimasi kedua oleh biro analisis ekonomi AS. Rilis data pertumbuhan ekonomi AS ini menjadi harapan akan pemulihan bursa global, setelah sempat terbebani dengan kenaikan bunga acuan sebelumnya,” sebut Gunawan.

Dia menyebutkan, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat 0.64% di level 7.080,74. Meskipun menguat, investor asing juga tercatat membukukan transaksi jual bersih senilai Rp59 miliar.

Sementara itu, mata uang rupiah ditutup melemah cukup dalam di level 15.505 per US Dolar. Tingginya demand US Dolar ditambah dengan sedikit meningkatnya imbal hasil US treasury membebani kinerja mata uang rupiah.

Di sisi lain, membaiknya laju pertumbuhan ekonomi AS menebar ancaman bahwa inflasi sulit untuk kembali diturunkan. Dimana saat terjadi laju pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi pada umumnya akan mengikuti. Sehingga US Dolar mengalami penguatan di saat data pertumbuhan ekonominya membaik.

“Sejalan dengan pelemahan mata uang rupiah. Harga emas mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Emas ditransaksikan di kisaran level $2.038 per ons troy. Tekanan pada harga emas terjadi seiring dengan penguatan US Dolar. Jika dirupiahkan, harga emas ditransaksikan di kisaran level 1.020.000 per gramnya,” pungkas Gunawan. (R)

Share: