Index Sumut – Setelah sempat mengalami tekanan selama sesi perdagangan hari ini, IHSG disesi penutupan perdagangan mampu ditutup menguat tipis 0.1% di level 7.100,86.
Pada perdagangan hari ini, Selasa (5/12), asing mencatatkan beli bersih senilai Rp800 miliar. IHSG tertahan di level psikologis dan masih kesulitan untuk menembus level tersebut sejauh ini.
Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, IHSG masih terus dinaungi nasib baik dengan mencatatkan penguatan, dan bergerak anomali dibandingkan dengan pergerakan bursa di Asia lainnya.
“Banyak bursa di Asia yang ditutup di zona merah, bahkan bursa Hang Seng mengalami pelemahan hingga 1.9%. Dan dalam dua pekan terakhir ini, kinerja IHSG sering bergerak anomali dibandingkan bursa di Asia lainnya,” ujar Gunawan.
Hal yang berbeda ditunjukan oleh mata uang rupiah, meskipun sempat menguat hingga ke level 15.440 per US Dolar, mata uang rupiah justru ditutup melemah di level 15.505 per US Dolarnya.
“Berkaca kepada kinerja USD Index yang sangat fluktuatif pada perdagangan hari ini menjadi indikator bagaimana mata uang US Dolar memang sempat menguat terhadap mata uang lainnya,” sebut Gunawan.
Di sesi perdagangan siang, USD Index sempat melompat dari posisi 103.6 hingga mendekati 103.8. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga sempat naik dari posisi 4.23% hingga menembus level 4.255% pada sesi perdagangan siang.
“Hal ini yang menjadi pemicu pelemahan mata uang Rupiah di sesi perdagangan kedua hingga penutupan perdagangan,” katanya.
Di sisi lain harga emas nyaris tidak mengalami perubahan yang signifikan. Harga emas terpaku di kisaran level $2.030 per ons troy nya. Dimana potensi penguatuan harga emas tertahan oleh faktor teknikal.
“Aksi profit taking melanda emas yang membuat harganya sulit untuk naik saat ini,” pungkasnya. (R)





