Index Sumut – IHSG pada penutupan perdagangan hari ini Rabu (20/12) menguat 0.44% di level 7.219,67. IHSG mampu ditutup di atas level 7.200 sekalipun sempat beberapa kali melemah di bawah level 7.200.

“Secara teknikal IHSG bisa saja menjadikan posisi penutupan saat ini sebagai arah pergerakan pasar saham selanjutnya. Artinya jika ada tekanan lemah dan sifatnya teknikal, IHSG akan menjadikan level 7.200 sebagai level support yang terbaru,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin.

Selain IHSG, lanjutnya, mayoritas bursa di Asia pada perdagangan hari ini juga mengalami penguatan. Kecuali bursa Shanghai yang terkoreksi 1% lebih, setelah bank sentral China atau PBoC mempertahankan besaran bunga pinjamannya.

“Menetapkan besaran bunga dianggap sebagai kebijakan yang justru akan membebani perekonomian China. Karena manufaktur China tengah terkontraksi dan menghadapi perlambatan ekonomi serta deflasi,” katanya.

Untuk kinerja mata uang rupiah pada penutupan perdagangan justru melemah tipis di level 15.505 per US Dolar. Padahal di sesi perdagangan pagi rupiah sempat menguat di level 15.490 per US Dolarnya. Namun secara keseluruhan Rupiah masih bergerak stabil dengan tidak menunjukan fluktuasi yang tajam pada perdagangan hari ini.

Semenatara itu, harga emas juga bergerak stabil layaknya mata uang rupiah. Harga emas terpantau bergerak dalam rentang angka yang sempit dalam rentang $2.043 hingga $2.038 per ons troynya.

Harga emas sulit menguat setelah salah satu pejabat The FED belakangan ini mengutarakan bahwa tidak ada hal yang mendessak untuk segera menurunkan besaran bunga acuan saat ini.

“Hal tersebut diterjemahkan sebagai kemungkinan bahwa bunga acuan akan tetap bertahan dan masih menunggu waktu yang lebih lama untuk kembali dipangkas. Meski demikian pernyataan tersebut tidak menjadi tekanan yang besar bagi pasar keuangan maupun harga emas sejauh ini,” pungkasnya. (R)

Share: