Index Sumut – Potensi rupiah untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini sangat terbuka. Imbal hasil US Treasury mengalami pelemahan di kisaran 3.85% yang mengindikasikan bahwa US Dolar berpeluang melemah diperdagangkan hari ini.

Rupiah bisa mengambil kesempatan tersebut untuk menguat. Rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 15.470 hingga 15.520 per US Dolar di hari ini.

“Namun di sesi perdagangan pagi, mata uang rupiah terpantau melemah di kisaran level 15.520 per US Dolar. Mata uang rupiah sedikit mengalami tekanan menjelang kebijakan suku bunga acuan yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia pada hari ini. Diproyeksikan BI akan tetap mempertahankan besaran bunga acuannya di level 6%,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Kamis (21/12).

Gunawan menyebutkan, kebijakan tersebut pada dasarnya tidak akan memberikan banyak perubahan pada kinerja pasar keuangan di tanah air.

Selain kebijakan suku bunga acuan BI, pasar juga akan disuguhkan oleh data pertumbuhan ekonomi AS, yang diproyeksikan akan menguat di atas 5%. Data pertumbuhan ekonomi tersebut bisa memberikan dampak beragam pada pasar keuangan nantinya.

“Sangat tergantung dari rilis data serta ekspektasi pasar nantinya,” katanya.

Di sisi lain, kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG ditransaksikan melemah tipis di kisaran level 7.210. IHSG dilanda aksi jual seiring dengan memburuknya kinerja indeks bursa di Asia pada sesi perdagangan pagi ini.

“IHSG pada hari ini berpeluang untik kembali menguji level psikologis 7.200 di hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, kinerja harga emas dunia terpantau bergerak stabil di level $2.036 per ons troy. Relatif tidak mengalami perubahan dalam sepekan terakhir.

“Masih minimnya sentimen pasar menjadi pemicu kurang atraktifnya perdagangan harga emas akhir akhir ini,” pungkasnya. (R)

Share: