Index Sumut – Harga sejumlah kebutuhan pangan terpantau stabil selama Natal berlangsung. Namun untuk cabai rawit, pada hari Selasa atau sehari setelah Natal sempat meroket hingga menyentuh Rp68 ribu per Kg.

“Dan pada hari ini, harga cabai rawit ditransaksikan mahal di kisaran level Rp50 ribuan per Kg nya. Perayaan Natal di Sumatera Utara yang dibarengi dengan hujan seharian, termasuk juga di wilayah lainnya seperti Aceh telah memicu kenaikan harga cabai rawit,” ujar Ketua Tim Pemantau Harga Pangan di Sumut, Gunawan Benjamin, Rabu (27/12).

Gunawan menyebutkan, banjir di Aceh sempat memutus jalur distribusi cabai dari wilayah Takengon yang kerap masuk ke pasar-pasar tradisional di Kota Medan. Harga cabai rawit yang di akhir pekan sebelumnya sempat stabil di kisaran Rp45 ribuan per Kg, melonjak naik hingga mencapai 51% pada hari Selasa kemarin. Namun saat ini harganya sudah berangsur turun.

“Takengon dalam suatu periode tertentu memang kerap mengirimkan cabai rawit dalam jumlah besar, yang terkadang membuat Sumut sangat bergantung pada cabai dari Aceh. Dan kali ini konsumen tentunya terbebani dengan kenaikan harga cabai rawit setelah terjadi bencana banjir di sejumlah wilayah,” sebut Gunawan.

Selain komoditas cabai rawit, daging ayam pada hari Rabu juga mengalami kenaikan. Harga daging ayam naik justru setelah Natal.

“Kenaikan ini masih menyambung proyeksi saya sebelumya, dimana di bulan Desember ini harga daging ayam berpotensi untuk naik di kisaran Rp33 hingga Rp35 ribu per Kg nya. Masalah utamanya terletak pada stok daging ayam yang memang menurun setelah peternak tidak mendapatkan keuntungan saat harga daging ayam sempat di bawah Rp28 ribu per Kg,” ujarnya.

Saat ini harga daging ayam naik di kisaran Rp31 hingga Rp32 ribu per Kg. Masih sesuai dengan harga keekonomiannya. Dan selebihnya, sejumlah komoditas pangan di pasar sejauh ini masih bergerak stabil jelang tahun baru nanti.

“Saya belum melihat adanya potensi kenaikan yang cukup besar untuk komoditas pangan selain hortikultura. Selain itu ada sayur-sayuran dari dataran rendah yang juga mengalami kenaikan sekitar 20% sejak natal kemarin,” katanya.

“Dan saya menilai bukan hanya dikarenakan jelang tahun baru atau natal (demand) maka harga kebutuhan naik. Saya menilai faktor cuaca serta pengendalian pasokan yang lebih berperan dalam pembentukan harga sejauh ini. Di sisi lain, harga cabai merah turun sekitar Rp5.000 per Kg pada saat ini. Harga cabai merah ditransaksikan di kisaran Rp28 hingga Rp30 ribu per Kg nya,” sambungnya.

Untuk selebihnya, lanjut Gunawan, harga kebutuhan pangan masyarakat masih terpantau stabil seperti telur ayam, daging sapi, beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, dan bawang putih.

“Permintaan atau deman akan mencapai puncaknya pada hari jumat atau sabtu pekan ini. Namun harga sejauh ini diproyeksikan tidak akan banyak mengalami perubahan,” pungkasnya. (R)

Share: