Index Sumut – Mayoritas bursa di Asia pada perdagangan hari ini, Selasa (16/1), ditutup di zona merah. Bahkan bursa Hang Seng terkoreksi 2.16%, Nikkei turun 0.76% dan Kospi anjlok 1.12%.

Namun melemahnya sejumlah bursa di Asia tersebut tidak lantas membuat IHSG ditutup melemah pada perdagangan hari ini. IHSG justru bergerak anomali dengan membukukan penguatan sebesar 0.26% di level 7.242,78.

“IHSG terpantau mengalami koreksi di sesi perdagangan pertama. Dan di sesi perdagangan kedua IHSG mampu bertahan di zona hijau,” ujar Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (16/1).

Hal yang berbeda justru ditunjukan oleh kinerja mata uang Rupiah, dimana rupiah justru mengalami pelemahan di level 15.585 di sesi perdagangan sore.

“Untuk pelemahan Rupiah sendiri pada dasarnya juga turut diiringi dengan kenaikan imbal hasil US Treasury yang kembali berada di atas level 4%,” ujarnya.

Di sisi lain, harga emas yang sebelumnya sempat menguat di kisaran level $2.050 per ons troy pada perdagangan pagi, berbalik arah dan terkorkesi di level $2.039 pada sesi perdagangan sore. Emas berbalik mendapatkan tekanan seiring dengan membaiknya kinerja mata uang US Dolar pada sesi perdagangan di Asia.

Untuk perdagangan besok, lanjut Gunawan, pelaku pasar tidak akan dikejutkan dengan kebijakan penetapan besaran bunga acuan Bank Indonesia yang diproyeksikan masih akan sama di level 6%. Namun, pelaku pasar justru mewanti-wanti bagaimana realisasi pertumbuhan ekonomi China.

“Rilis PDB yang lebih rendah dari ekspektasi (5.3%) di kuartal keempat 2023, bisa memicu terjadinya koreksi bagi pasar keuangan di Asia,” pungkasnya. (R)

Share: