Index Sumut – IHSG ditutup melemah 0.58% di level 7.200,63. IHSG melemah sejal sesi perdagangan pertama hingga penutupan. IHSG berada di zona merah selama sesi perdagangan berlangsung.
“Kinerja IHSG mengalami tekanan setelah sejumlah rilis data ekonomi China yang mengecewakan. Perlambatan ekonomi China mengindikasikan bahwa kita tengah menuju pada perlambatan ekonomi global,” kata Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, Rabu (17/1).
Bahkan, lanjut Gunawan, sejumlah bursa di Asia seperti Hangseng terpuruk cukup dalam. Hangseng anjlok 3.71%, dan bursa Shanghai China terpuruk 2.09%. IHSG sendiri dinilai masih lebih beruntung dikarenakan hanya melemah terbatas.
Sementara itu, mata uang Rupiah ditransaksikan melemah di level 15.635 per US Dolar. Mata uang Rupiah juga melemah sejak awal pembukaan perdagangan hingga sesi penutupan.
“Rupiah terpuruk setelah imbal hasil US Treasury AS tenor 10 tahun bertengger di atas 4%. Dan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia di level 6% juga tidak memberikan perubahan yang signifikan bagi kinerja pasar keuangan domestik,” ujarnya.
Menurutnya, sentimen eksternal masih cukup dominan dalam menggerakan pasar keuangan di tanah air sejauh ini. Bahkan harga emas juga ikut melemah di kisaran level $2.021 per ons troy.
“Dampak dari perlambatan ekonomi China benar-benar telah mendorong pelemahan pasar keuangan. Dan sayangnya pada perdagangan besok juga akan dirilis data investasi asing yang masuk ke China,” ujarnya.
Sebelumnya pada bulan November investasi asing ke China anjlok 10% dan bila rilis data investasi asing ke China pada bulan Desember (yoy) kembali membukukan kinerja negative, maka besar kemungkinan pasar keuangan akan kembali merespon negatif data tersebut. (R)





