Index Sumut – Tidak ada agenda besar yang akan mampu mendorong kinerja pasar keuangan secara keseluruhan pada perdagangan hari ini, Rabu (24/1).
Pengamat Pasar Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, sisi teknikal masih akan menjadi alat yang digunakan dalam transaksi harian di tengah minimnya agenda fundamental. Di tanah air, akan ada data investasi asing langsung ke sektor riil yang akan dirilis pada hari ini.
“Akan tetapi data tersebut diperkirakan tidak akan memberikan perubahan besar bagi pasar keuangan seperti rupiah maupun pasar saham. Kecuali ada perubahan realisasi yang di luar biasanya yang lantas bisa merubah persepsi pasar nantinya. IHSG sendiri pada sesi perdagangan pagi ini bergerak sideways di dua zona yang berbeda,” ujarnya.
Menurutnya, IHSG masih berkutat di kisaran 7.255 dan berada di zona merah. Namun sesaat kemudian kerap berada di zona hijau di kisaran leve 7.260.
Sementara itu pasar saham di Asia juga bergerak beragam, dimana Hang Seng memimpin penguatan pada perdagangan pagi ini dengan membukukan kenaikan diatas 2% sejauh ini.
Sedangkan untuk mata uang Rupiah mengalami pelemahan yang cukup tajam hingga menyentuh 15.710 per US Dolar padi sesi perdagangan pagi.
Pasar kembali meragukan rencana penurunan bung aacuan Bank Sentral AS yang membuat kinerja mata uang di banyak negara melemah terhadap US Dolar. Pelaku asar kian tidak yakin dengan ekspektasi penurunan bunga acuan yang akan dilakukan paling cepat pada bulan maret mendatang,” ujarnya.
Di sisi lain, harga emas juga terpantau mengalami pelemahan di level $2.025 per ons troy pada perdagangan pagi ini.
“Emas melemah juga dipicu oleh ketidakpastian rencana penurunan suku bunga, yang turut dicerminkan dengan meningkatnya imbal hasil US Treasury 10 tahun, yang sejauh ini berada di kisaran level 4.13%,” ujarnya. (R)





